KNMP di Bantul Digagas Prabowo, Nelayan Bersyukur atas Manfaatnya
Punijo menambahkan, hasil tangkapan nelayan selama ini tidak menentu. Saat sepi, produksi ikan hanya sekitar 500 kilogram.
Para nelayan di Desa Poncosari, Srandakan, Bantul, DIY, menyambut antusias pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) yang digagas Presiden Prabowo Subianto. Program yang dijalankan Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono ini dinilai memberikan manfaat nyata bagi para nelayan dan diharapkan meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir.
Menurut Punijo, salah seorang nelayan setempat, di Poncosari terdapat sekitar 150-an nelayan yang menggantungkan hidup dari aktivitas menangkap ikan di laut. Namun, profesi ini tidak bisa berlangsung sepanjang musim karena gelombang tinggi kerap membahayakan keselamatan melaut.
"Kendala di sini adalah gelombang besar," kata Punijo.
Punijo menambahkan, hasil tangkapan nelayan selama ini tidak menentu. Saat sepi, produksi ikan hanya sekitar 500 kilogram. Namun saat cuaca dan musim ikan baik, hasil tangkapan meningkat karena semua nelayan bisa turun ke laut.
Pendampingan dan Fasilitas Perbengkelan
Keberadaan KNMP juga menghadirkan fasilitas perbengkelan untuk kapal nelayan. Sebelumnya, perawatan mesin kapal harus dilakukan hingga ke luar daerah, bahkan sampai Cilacap. Kini, dengan adanya pendampingan dari Kementerian Kelautan dan Perikanan, para nelayan bisa memperbaiki kapal sendiri. Punijo menambahkan, fasilitas KNMP juga akan dilengkapi layanan kuliner untuk menambah nilai ekonomi setempat.
Selain itu, program ini menghadirkan produksi es dan gudang beku sebagai solusi penyimpanan ikan hasil tangkapan.
"Terima kasih Pak Presiden dan Pak Menteri, ini sangat bermanfaat bagi nelayan dan lingkungan sekitar," ungkap Punijo.
Dukungan Alat dan Infrastruktur
Ketua KNMP Poncosari, Paijan, menyebut program ini memberikan dukungan nyata bagi nelayan, termasuk 400 jaring, 10 kapal, dan 30 mesin sesuai kebutuhan. Kehadiran gerai kuliner juga diyakini akan meningkatkan perekonomian warga, karena ikan hasil tangkapan nantinya dijual melalui koperasi dan diolah menjadi produk kuliner bernilai tambah.
Menteri Trenggono Tinjau KNMP
Menteri Sakti Wahyu Trenggono meninjau pembangunan KNMP di Poncosari, Rabu (4/3/2026), dan menegaskan program ini harus berkembang serta meningkatkan kesejahteraan nelayan. Tahun 2025, sekitar 100 kampung nelayan telah dibangun, termasuk di DIY.
"Ini bagian dari rangkaian perjalanan saya mengecek seluruh pembangunan KNMP. Sebelumnya dari NTT, NTB, Jawa Timur, dan hari ini di DIY. Besok akan ke Jateng dan minggu depan ke Sulawesi," kata Trenggono didampingi Ketua Komisi IV DPR RI Siti Hediati Hariyadi.
Ia menambahkan, KNMP Poncosari kini siap beroperasi, tinggal pembangunan Stasiun Pengisian Bahan Bakar Nelayan (SPBN) dan pemberian program asuransi bagi nelayan untuk keamanan aktivitas melaut. Pabrik es, gudang beku, kuliner, hingga perawatan kapal juga akan dilengkapi, dan pihaknya membuka kesempatan investor untuk membantu pemasaran produk.
Komitmen Pembangunan Sektor Kelautan
Trenggono menekankan, KNMP merupakan bagian dari komitmen Presiden Prabowo Subianto dalam membangun sektor kelautan, perikanan, dan pangan. Program ini menjadi bagian penting dalam upaya swasembada pangan, dengan target pengembangan 1.000 KNMP di daerah terpencil pada tahun berikutnya.
Sementara itu, Titiek Soeharto mengapresiasi KNMP Poncosari yang modern dan lengkap. Ia juga menekankan pentingnya pengawasan terhadap lobster benih di Gunungkidul agar tidak diselundupkan dan ketersediaannya tetap terjaga.
"Harapannya, ini bisa bermanfaat untuk nelayan dan masyarakat sekitar," katanya.