Khofifah Optimistis LKS Dikmen Jatim Lahirkan Talenta Unggul dan Siap Kerja
Gubernur Khofifah Indar Parawansa menyatakan optimisme tinggi terhadap LKS Dikmen Jatim 2026 sebagai ajang seleksi talenta unggul yang siap bersaing di kancah nasional hingga global.
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menunjukkan keyakinan besar terhadap pelaksanaan Lomba Kompetensi Siswa (LKS) Pendidikan Menengah (Dikmen) 2026. Ajang ini diharapkan mampu menumbuhkan semangat juara di kalangan talenta unggul Jawa Timur.
Dalam keterangan yang diterima di Surabaya pada Jumat (10/4), Khofifah menjelaskan pentingnya LKS sebagai seleksi kompetensi. Kompetisi ini melibatkan siswa SMK negeri maupun swasta se-Jawa Timur.
Untuk LKS Dikmen 2026, cakupan peserta diperluas dengan menyertakan siswa SMA dan Madrasah Aliyah. Langkah ini bertujuan memberi ruang lebih luas bagi mereka untuk menunjukkan berbagai kompetensi.
Perluasan Partisipasi dan Target Nasional
Khofifah mengusulkan agar pelibatan SMA dan Aliyah juga diadopsi di tingkat nasional. Ini akan memperluas kesempatan siswa menunjukkan kompetensi di berbagai bidang yang dilombakan. Terdapat 56 bidang lomba yang tersedia dalam LKS Dikmen 2026.
LKS bukan hanya ajang kompetisi, melainkan ruang strategis untuk mengukur sekaligus membuktikan kualitas talenta vokasi Jawa Timur. Gubernur melihat potensi besar pada para peserta sebagai wajah masa depan Jawa Timur. Mereka diharapkan mampu berkiprah di tingkat nasional dan global.
Jawa Timur telah berhasil meraih juara umum LKS nasional selama tiga tahun berturut-turut. Keberhasilan ini merupakan hasil dari pembinaan yang terstruktur dan berkelanjutan. Target tahun ini adalah kembali meraih juara umum.
Khofifah menegaskan bahwa tiga kali juara umum berturut-turut bukanlah kebetulan semata. Ini adalah bukti adanya sistem yang bekerja secara efektif. Sistem ini mendukung pengembangan talenta siswa secara konsisten.
Kesiapan Lulusan dan Peran Dudika
Gubernur Khofifah juga menyoroti pentingnya kesiapan lulusan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) untuk langsung bekerja. Program magang sejak dini menjadi salah satu upaya peningkatan kualitas. Banyak siswa bahkan sudah diminati dunia kerja sejak kelas 11.
Pemerintah Provinsi Jawa Timur berupaya terus meningkatkan keterampilan siswa SMK. Selain itu, kematangan psiko-sosial juga menjadi perhatian utama. Ini penting untuk memastikan mereka siap menghadapi dunia kerja.
Keterlibatan dunia usaha, dunia industri, dan dunia kerja (Dudika) sangat ditekankan. Dudika berperan dalam menentukan standar kompetensi lulusan melalui proses magang dan pelatihan. Standar ini krusial untuk relevansi pendidikan vokasi.
"Standar dan kompetensi itu ditentukan oleh dunia usaha dan dunia industri. Karena itu kita sangat melibatkan Dudika," tegas Khofifah.
Inovasi di Tengah Keterbatasan dan Dukungan Pendidikan
Meskipun menghadapi tantangan fiskal pada tahun 2026, Khofifah percaya keterbatasan bukanlah penghalang. Justru, situasi ini dapat melahirkan kreativitas dan inovasi baru. Semangat berprestasi harus tetap terjaga.
Pemenang LKS Dikmen 2026 akan mendapatkan uang pembinaan. Juara pertama juga berkesempatan mengikuti pemusatan latihan (training center/TC) untuk persiapan tingkat nasional. Ini adalah bentuk apresiasi dan dukungan.
Peran Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) SMK negeri dan swasta juga disoroti. MKKS penting dalam memperkuat koordinasi pembinaan dan kurikulum pendidikan. Kolaborasi ini esensial untuk peningkatan kualitas.
Pada kesempatan yang sama, Khofifah meresmikan bantuan revitalisasi dan rehabilitasi sarana. Bantuan ini diberikan kepada 50 satuan pendidikan SMA, SMK, dan SLB di Surabaya dan Sidoarjo. Ia juga menyerahkan bantuan pendidikan bagi siswa prasejahtera.
Sumber: AntaraNews