Khofifah: Lulusan SMK Jawa Timur Siap Tembus Industri Global Melalui Program Magang
Gubernur Khofifah Indar Parawansa menegaskan Lulusan SMK Jawa Timur memiliki daya saing global, dibuktikan dengan program magang kerja ke 13 negara. Simak selengkapnya bagaimana mereka menjadi talenta vokasi internasional!
Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, baru-baru ini menyatakan bahwa sumber daya manusia (SDM) lulusan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) di wilayahnya memiliki kesiapan yang mumpuni untuk menembus industri global. Pernyataan ini disampaikan dalam sebuah keterangan yang diterima di Surabaya pada Sabtu (16/5).
Kesiapan ini diwujudkan melalui program magang kerja luar negeri yang menjangkau 13 negara tujuan berbeda. Inisiatif ini menjadi upaya kolektif untuk memastikan bahwa Lulusan SMK Jawa Timur dapat memenuhi kebutuhan pasar kerja internasional yang semakin kompetitif.
Menurut Khofifah, konektivitas yang telah terjalin merupakan fondasi penting yang harus terus diperluas. Hal ini menjadi bagian dari ikhtiar bersama agar para Lulusan SMK Jawa Timur mampu menjawab tantangan dan kebutuhan dunia industri global.
Program Magang Global: Jembatan Lulusan SMK Jatim ke Dunia Internasional
Program magang kerja luar negeri ini telah menarik partisipasi signifikan dari siswa dan alumni SMK di Jawa Timur. Sebanyak 1.790 individu dari Tulungagung, Trenggalek, dan Pacitan telah mengikuti program ini, baik sebagai peserta magang maupun penempatan pekerja migran di berbagai negara.
Jumlah tersebut mencakup 1.067 siswa kelas XII dan XIII yang berpartisipasi dalam program magang, serta 723 alumni yang telah berhasil mendapatkan pekerjaan di luar negeri. Negara-negara tujuan penempatan sangat beragam, meliputi Jepang, Korea Selatan, Jerman, Malaysia, Singapura, Taiwan, Australia, Tiongkok, Uni Emirat Arab, Arab Saudi, Brunei Darussalam, Bulgaria, dan Thailand.
Jepang menjadi destinasi paling diminati dengan 1.216 peserta, diikuti oleh Korea Selatan dengan 460 peserta. Dari segi asal daerah, Kabupaten Tulungagung menyumbang peserta terbanyak dengan 898 orang, disusul Kabupaten Trenggalek dengan 54 peserta, dan Kabupaten Pacitan dengan 15 peserta. Partisipasi juga merata antara SMK swasta (597 orang) dan SMK negeri (470 orang), menunjukkan kualitas pendidikan vokasi yang komprehensif di Jawa Timur.
Peluang Kerja Luas dan Penguatan Kompetensi Lulusan SMK
Khofifah menegaskan bahwa program ini membuktikan Lulusan SMK Jawa Timur tidak hanya siap bekerja di dalam negeri, tetapi juga mampu memenuhi kebutuhan tenaga kerja industri internasional. Mereka menjadi penyedia talenta vokasi yang berkualitas untuk pasar kerja global.
Peluang kerja global terbuka lebar di berbagai sektor, termasuk manufaktur, perkapalan, teknologi, perhotelan, kesehatan, konstruksi, logistik, hingga pertanian modern. Sebagai contoh, Jerman sangat membutuhkan tenaga kerja terampil di bidang pengelasan bawah laut, sementara Jepang menawarkan peluang besar pada sektor pertanian dan industri.
Oleh karena itu, Khofifah menekankan pentingnya penguatan kompetensi keahlian, kedisiplinan, serta kemampuan bahasa asing. Hal ini krusial agar siswa SMK dapat bersaing secara efektif di dunia kerja internasional. Ia juga berpesan agar para pekerja migran tidak hanya membawa pulang rezeki, tetapi juga ilmu, serta senantiasa menjaga nama baik Bangsa Indonesia.
Kualitas Pendidikan Vokasi Jawa Timur Diakui Dunia
Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur, Aries Agung Paewai, menambahkan bahwa tingginya penempatan Lulusan SMK di luar negeri merupakan bukti nyata penguatan kualitas pendidikan vokasi di Jawa Timur. Ini adalah kebanggaan bagi provinsi dan kontribusi penting bagi negara.
Menurut Aries, sebaran penempatan yang merata di berbagai wilayah Jawa Timur menunjukkan kualitas pendidikan yang diinisiasi oleh Pemerintah Provinsi Jawa Timur sangat bermutu. Peluang kerja global bagi Lulusan SMK masih sangat luas, terutama bagi mereka yang memiliki kompetensi dan etos kerja yang baik.
Aries juga menekankan pentingnya menjaga kepercayaan dunia industri internasional. Lulusan SMK diharapkan dapat terus menunjukkan bahwa mereka mampu dan hebat dalam menghadapi tantangan global.
Sumber: AntaraNews