Ketahui Penyebab Baterai Drone Terbakar, Diduga Pemicu Kebakaran Ruko Terra Drone Kemayoran
Baterai drone bisa terbakar karena berbagai faktor. Temukan penyebab dan cara mencegahnya di sini.
22 Orang meninggal dunia akibat kebakaran Rumah Toko (Ruko) Terra Drone, Kemayoran, Jakarta Pusat pada Selasa (9/12) siang. 22 korban itu dengan perincian tujuh laki-laki dan 15 orang lainnya perempuan yang salah satunya sedang mengandung.
RS Polri Kramat Jati menyiagakan sebanyak 11 tim dokter forensik untuk menangani identifikasi korban kebakaran Ruko Terra Drone di Kemayoran, Jakarta Pusat.
"Tim dokter yang disiagakan, ada sebelas untuk mengidentifikasi kantong korban kebakaran," kata Kepala RS Polri Brigjen Polisi Prima Heru Yulihartono di RS Polri Kramat Jati, Jakarta Timur, Selasa (9/12).
Dugaan Penyebab Kebakaran
Kepolisian Resor Jakarta Pusat (Polres Jakpus) menduga kebakaran itu akibat baterai drone mainan yang terbakar di lantai satu.
"Pada sekitar pukul 12.30 WIB memang ada baterai di lantai satu yang terbakar," kata Kapolres Metro Jakarta Pusat Kombes Pol Susatyo Purnomo Condro, di Jakarta, Selasa (9/12).
Menurut dia, karyawan sudah sempat berupaya memadamkan api, namun api kemudian cepat menyebar karena di lantai itu merupakan salah satu gudang penyimpanan.
Dia mengatakan bahwa pada saat kejadian, karyawan rerata sedang beristirahat di lantai dua, tiga, empat, lima dan enam sehingga mereka terjebak api yang membakar dari lantai dasar.
"Karyawan pada saat itu sedang istirahat makan, sebagian berada di luar, sebagian lagi itu istirahat di lantai dua, tiga sampai lantai enam. Kemudian pada saat terbakar, api semakin membesar, sehingga asap sampai naik ke lantai enam," kata dia.
Penyebab Baterai Drone Terbakar
Penyebab kebakaran baterai drone beragam, mulai dari pengisian daya berlebihan hingga kerusakan fisik. Setiap faktor memiliki mekanisme yang berbeda, tetapi semua dapat berujung pada potensi kebakaran yang berbahaya. Oleh karena itu, penting untuk mengetahui cara mencegahnya.
Baterai drone, khususnya jenis Lithium Polymer (LiPo) dan Lithium-ion (Li-Ion), dikenal memiliki kepadatan energi tinggi. Meskipun efisien untuk pengoperasian drone, karakteristik ini juga membuat baterai rentan terhadap kebakaran. Insiden kebakaran yang melibatkan baterai drone, seperti yang terjadi di Kemayoran, Jakarta Pusat, menunjukkan pentingnya memahami risiko ini.
Berikut adalah beberapa alasan mengapa baterai drone bisa terbakar dan langkah-langkah pencegahannya.
Pengisian Daya Berlebihan (Overcharging)
Pengisian daya berlebihan adalah salah satu penyebab utama baterai drone meledak. Ketika baterai terisi penuh tetapi tetap dihubungkan dengan pengisi daya, suhu di dalam sel baterai meningkat. Hal ini dapat menyebabkan baterai mengembang, bocor, atau bahkan meledak.
Penting untuk tidak meninggalkan baterai yang sedang diisi daya tanpa pengawasan. Pastikan untuk segera melepaskan baterai setelah terisi penuh agar terhindar dari risiko kebakaran.
Panas Berlebih (Overheating)
Drone yang beroperasi di luar ruangan sering terpapar sinar matahari langsung. Suhu tinggi dan penggunaan drone dalam waktu lama dapat menyebabkan baterai overheat. Ketika suhu internal melebihi batas aman sekitar 60°C, reaksi kimia dalam baterai bisa menjadi tidak stabil dan memicu kebakaran.
Untuk mencegah overheating, hindari penggunaan drone di bawah sinar matahari langsung dan pastikan untuk memberikan jeda saat penggunaan yang intens.
Korsleting Internal (Internal Short Circuit)
Korsleting dapat terjadi jika elektroda positif dan negatif dalam baterai bersentuhan. Kerusakan fisik, kelembapan tinggi, atau cacat produksi dapat menyebabkan kondisi ini. Aliran arus besar yang tiba-tiba dapat menghasilkan panas ekstrem hingga akhirnya baterai meledak.
Periksa kondisi fisik baterai secara berkala dan hindari penggunaan baterai yang menunjukkan tanda-tanda kerusakan.
Kerusakan Fisik
Kerusakan fisik seperti jatuh atau tertusuk dapat menyebabkan korsleting internal. Baterai yang retak atau membengkak harus segera dibuang untuk mencegah risiko kebakaran.
Selalu simpan baterai di tempat yang aman dan hindari benturan keras yang dapat merusak struktur baterai.
Penyimpanan yang Tidak Tepat
Baterai LiPo rentan terbakar jika tidak disimpan dengan benar. Penyimpanan dalam kondisi terisi penuh atau kosong sepenuhnya dapat mempercepat degradasi elektrolit. Simpan baterai di tempat yang sejuk dan kering untuk mengurangi risiko kebakaran.
Penggunaan Baterai yang Tidak Sesuai
Setiap drone dirancang untuk menggunakan spesifikasi baterai tertentu. Menggunakan baterai dengan tegangan atau kapasitas yang tidak sesuai dapat menyebabkan ketidakseimbangan arus dan panas berlebih. Pastikan untuk selalu menggunakan baterai yang direkomendasikan oleh pabrikan.
Pengosongan Daya Berlebihan (Over-discharging)
Draining baterai di bawah batas tegangan aman dapat menyebabkan kerusakan kimia yang tidak dapat diperbaiki. Hal ini dapat mengurangi kapasitas dan meningkatkan resistansi internal, yang berpotensi memicu masalah keamanan.
Thermal Runaway
Thermal runaway adalah reaksi berantai di mana suhu internal baterai meningkat tak terkendali. Proses ini dapat menyebabkan pelepasan gas mudah terbakar yang berpotensi menyala. Penting untuk memahami tanda-tanda thermal runaway dan mengambil tindakan cepat jika terdeteksi.
Cacat Produksi
Cacat pada proses pembuatan baterai dapat menyebabkan ketidaksempurnaan internal yang meningkatkan risiko korsleting. Meskipun ini jarang terjadi, tetap penting untuk memeriksa kualitas baterai sebelum digunakan.
Untuk meminimalkan risiko kebakaran, selalu ikuti panduan keselamatan pabrikan, gunakan pengisi daya yang direkomendasikan, dan simpan baterai dengan benar. Segera ganti baterai yang rusak atau membengkak untuk menjaga keselamatan.