Kesal Tak Diutangi Rokok, Siswa SMK di Palembang Bunuh Pemilik Warung
Penolakan itu diikuti ucapan menyakitkan dari korban yang diduga menyebut pelaku miskin dan sulit bayar utang.
Seorang siswa SMK berinisial R (18) tega membunuh seorang wanita paruh baya, TR (59), hanya karena tidak diberi utang rokok. Peristiwa tragis ini terjadi di kawasan Sukarami, Palembang, pada Senin (5/5).
Kapolsek Sukarami, Kompol Alex Adriyan menjelaskan, aksi keji ini dilatarbelakangi rasa sakit hati pelaku akibat ditolak berutang dan diejek miskin oleh korban.
"Motifnya karena tersangka kesal tak diutangi rokok," kata Kompol Alex, Selasa (7/5).
TR awalnya datang ke warung tempat korban biasa berjualan dan meminta utang rokok. Namun, korban menolak dengan alasan tersangka masih memiliki utang yang belum dibayar.
"Tersangka berjanji akan melunasi utangnya, tapi tetap meminta utang rokok baru," jelas Alex.
Penolakan itu diikuti ucapan menyakitkan dari korban yang diduga menyebut pelaku miskin dan sulit bayar utang. Ucapan itu dilontarkan sambil korban meninggalkan pelaku dan masuk ke dalam rumah.
Cekik dan Tusuk Korban
Pelaku yang sudah dikuasai amarah, mengikuti korban ke dalam rumah. Ia langsung mencekik leher korban hingga lemas, lalu menyeretnya ke dalam kamar.
Tanpa belas kasihan, pelaku mengambil pisau dari dapur dan menikam leher korban sebanyak delapan kali hingga tewas di tempat.
Setelah memastikan korban tewas, pelaku mencuci pisau di kamar mandi agar darahnya hilang. Sebelum melarikan diri, ia mengambil beras, cemilan, dan uang Rp200 ribu dari rumah korban.
Kini pelaku telah diamankan dan dijerat dengan tiga pasal berat, yaitu pasal 338 KUHP tentang pembunuhan, pasal 340 KUHP tentang pembunuhan berencana, dan pasal 365 KUHP tentang pencurian dengan kekerasan. Ancaman hukumannya mulai dari 15 tahun penjara hingga hukuman mati.