Kementerian Kebudayaan Perkuat Komitmen Lindungi Cagar Budaya Maluku
Menteri Kebudayaan Fadli Zon menegaskan komitmen pemerintah dalam menjaga warisan peradaban Indonesia, khususnya Cagar Budaya Maluku, melalui kunjungan kerja ke Maluku Tengah. Simak selengkapnya!
Menteri Kebudayaan, Fadli Zon, kembali menegaskan komitmen pemerintah untuk melindungi dan melestarikan warisan peradaban Indonesia. Pernyataan ini disampaikan saat melakukan kunjungan kerja ke Maluku Tengah pada tanggal 29 November lalu, dengan fokus utama pada situs-situs budaya penting di wilayah tersebut. Kunjungan ini merupakan bagian dari upaya berkelanjutan kementerian dalam memastikan keberlangsungan sejarah dan budaya bangsa.
Dalam kesempatan tersebut, Menteri Fadli Zon secara langsung meninjau tiga situs bersejarah krusial yang terletak di area Hila–Kaitetu, Kabupaten Maluku Tengah. Situs-situs ini meliputi Benteng Amsterdam, Gereja Immanuel, dan Masjid Tua Wapauwe, yang masing-masing memiliki nilai sejarah dan arsitektur yang tinggi. Peninjauan ini bertujuan untuk memahami kondisi terkini serta merencanakan langkah-langkah konservasi yang diperlukan.
Kunjungan kerja ini tidak hanya sekadar inspeksi, tetapi juga menjadi penegasan akan pentingnya Maluku sebagai pusat peradaban rempah di masa lalu. Dengan adanya komitmen ini, diharapkan warisan budaya yang ada dapat terjaga dengan baik untuk generasi mendatang. Pemerintah melalui Kementerian Kebudayaan siap mengalokasikan sumber daya demi pelestarian situs-situs bersejarah tersebut.
Menjelajahi Jejak Sejarah di Benteng Amsterdam dan Gereja Immanuel
Kunjungan Menteri Kebudayaan diawali dengan inspeksi ke Benteng Amsterdam, sebuah situs yang menjadi saksi bisu perjalanan sejarah Maluku. Benteng ini merupakan salah satu benteng yang masih berdiri kokoh dan memiliki peran penting sejak kedatangan bangsa Portugis di kawasan tersebut. "Benteng Amsterdam adalah salah satu benteng yang masih berdiri kokoh. Portugis adalah yang pertama tiba di daerah ini," ujar Fadli Zon saat meninjau lokasi.
Benteng bersejarah ini dulunya berfungsi sebagai tempat tinggal, pos pengamatan, sekaligus pusat perdagangan rempah yang sangat vital. Kemudian, benteng ini juga digunakan oleh Belanda, bahkan ilmuwan Jerman terkenal, Rumphius, pernah tinggal di situs ini. Keberadaan benteng ini menjadi penanda betapa strategisnya Maluku dalam jalur perdagangan dunia pada masanya.
Setelah Benteng Amsterdam, Menteri melanjutkan peninjauan ke Gereja Immanuel yang berada dalam kompleks benteng. Gereja ini dipercaya dibangun pada tahun 1512 dan dianggap sebagai saksi awal pertemuan antara masyarakat Maluku dengan bangsa Eropa. Saat ini, Gereja Immanuel sedang dalam proses rehabilitasi oleh Kementerian Kebudayaan.
"Gereja ini saat ini sedang direhabilitasi oleh Kementerian Kebudayaan. Pengerjaan kayu, dinding, dan atapnya hampir selesai," jelas Menteri Fadli Zon. Upaya rehabilitasi ini menunjukkan keseriusan pemerintah dalam menjaga kelestarian bangunan bersejarah yang memiliki nilai budaya tinggi.
Melestarikan Keunikan Masjid Tua Wapauwe
Situs bersejarah berikutnya yang dikunjungi adalah Masjid Tua Wapauwe, yang dikenal sebagai masjid tertua di Maluku. Masjid ini dibangun pada tahun 1414 dan memiliki arsitektur yang sangat khas serta unik. Keistimewaan masjid ini terletak pada penggunaan material lokal dan konstruksinya yang tidak menggunakan paku sama sekali.
"Arsitektur masjid ini luar biasa, karena masih menggunakan bahan-bahan dari daerah ini dan dibangun tanpa paku. Semua strukturnya tradisional dan tetap terawat dengan baik," kata Menteri Fadli Zon, mengagumi keunikan bangunan tersebut. Masjid ini juga masih aktif digunakan sebagai tempat ibadah oleh masyarakat setempat, menunjukkan fungsi sosialnya yang tetap relevan hingga kini.
Dalam kunjungannya, Menteri juga menekankan pentingnya pemeliharaan rutin untuk masjid ini, terutama pada bagian atapnya. Pemeliharaan atap memerlukan perhatian khusus setiap 10 hingga 20 tahun sekali untuk menjaga kekokohan dan keaslian bangunan. Komitmen ini diharapkan dapat memastikan Masjid Tua Wapauwe terus berdiri kokoh sebagai warisan budaya dan spiritual bagi generasi mendatang.
Sumber: AntaraNews