Menteri Kebudayaan Tinjau Tiga Situs Sejarah Maluku Tengah: Benteng Amsterdam, Gereja Immanuel, dan Masjid Wapauwe

Menteri Kebudayaan Fadli Zon meninjau tiga Situs Sejarah Maluku Tengah yang krusial, meliputi Benteng Amsterdam, Gereja Immanuel, dan Masjid Tua Wapauwe, menegaskan komitmen pelestarian warisan bangsa.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Menteri Kebudayaan Tinjau Tiga Situs Sejarah Maluku Tengah: Benteng Amsterdam, Gereja Immanuel, dan Masjid Wapauwe
Menteri Kebudayaan Fadli Zon meninjau tiga Situs Sejarah Maluku Tengah yang krusial, meliputi Benteng Amsterdam, Gereja Immanuel, dan Masjid Tua Wapauwe, menegaskan komitmen pelestarian warisan bangsa. (AntaraNews)

Menteri Kebudayaan Fadli Zon pada Jumat (28/11) melakukan kunjungan kerja penting ke Kabupaten Maluku Tengah, Provinsi Maluku. Kunjungan ini berfokus pada peninjauan tiga situs sejarah krusial di daerah Hila-Kaitetu yang dahulunya merupakan pusat perdagangan rempah-rempah yang sangat strategis.

Ketiga situs yang menjadi perhatian utama adalah Benteng Amsterdam, Gereja Immanuel, dan Masjid Tua Wapauwe. Peninjauan ini merupakan bagian dari komitmen pemerintah untuk menjaga dan melestarikan warisan budaya serta sejarah bangsa yang kaya di wilayah timur Indonesia.

Langkah ini diambil untuk memastikan bahwa peninggalan bersejarah yang menjadi saksi bisu peradaban masa lalu tetap terjaga. Harapannya, situs-situs ini dapat terus memberikan edukasi dan inspirasi bagi generasi mendatang mengenai sejarah panjang Indonesia.

Peninjauan Benteng Amsterdam dan Gereja Immanuel

Dalam kunjungan kerjanya, Menteri Kebudayaan Fadli Zon memulai peninjauan di Benteng Amsterdam. Benteng kokoh ini memiliki sejarah panjang, menjadi saksi bisu kedatangan Portugis pertama kali di wilayah Maluku Tengah.

Fadli Zon menjelaskan bahwa "Benteng Amsterdam ini adalah salah satu benteng yang masih berdiri dengan kokoh. Portugis pertama kali masuk ke wilayah ini." Benteng ini tidak hanya berfungsi sebagai pertahanan, tetapi juga pernah menjadi lokasi pemantauan penting dan pusat perdagangan rempah-rempah yang vital.

Penggunaan benteng kemudian dilanjutkan oleh Belanda, bahkan ilmuwan asal Jerman, Rumphius, pernah menempati lokasi bersejarah ini. Keberadaan Benteng Amsterdam menunjukkan betapa strategisnya Maluku Tengah dalam jalur perdagangan global pada masa lampau.

Setelah Benteng Amsterdam, Menteri Kebudayaan melanjutkan peninjauan ke Gereja Immanuel yang letaknya berdekatan. Gereja ini diperkirakan dibangun sejak tahun 1512 dan menjadi bukti awal perjumpaan masyarakat Maluku dengan bangsa Eropa.

Menteri Fadli Zon menyampaikan bahwa "Gereja ini sedang direhabilitasi oleh Kementerian Kebudayaan." Proses rehabilitasi ini mencakup perbaikan pada bagian kayu, dinding, dan atap, yang dilaporkan sudah hampir selesai. Pelestarian Gereja Immanuel sangat penting untuk memahami akulturasi budaya di Situs Sejarah Maluku Tengah.

Keunikan Masjid Tua Wapauwe dan Komitmen Pelestarian

Kunjungan Menteri Kebudayaan juga singgah di Masjid Tua Wapauwe, yang merupakan masjid tertua di Maluku, didirikan pada tahun 1414. Masjid ini menonjolkan arsitektur tradisional yang luar biasa, mencerminkan kearifan lokal dalam pembangunannya.

Fadli Zon mengagumi keunikan masjid ini, menyatakan bahwa "Arsitektur masjid ini luar biasa, karena masih menggunakan bahan dari daerah ini dan dibangun tanpa paku." Semua konstruksi masjid ini bersifat tradisional dan tetap terjaga keasliannya hingga kini, bahkan masih aktif digunakan untuk beribadah.

Menteri Kebudayaan menekankan pentingnya pemeliharaan berkala untuk bangunan masjid, khususnya bagian atap yang memerlukan perawatan setiap 10 hingga 20 tahun. Perawatan rutin ini esensial untuk menjaga kelestarian Situs Sejarah Maluku Tengah yang tak ternilai harganya.

Kementerian Kebudayaan menegaskan komitmen pemerintah untuk menjaga situs-situs sejarah peradaban bangsa. Ini termasuk warisan budaya yang tersebar di wilayah Maluku, memastikan bahwa generasi mendatang dapat terus belajar dari kekayaan sejarah Indonesia.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi