Kemenko Pangan Harap Kolaka Jadi Lumbung Pangan Sultra, Dukung Swasembada Beras Nasional
Kabupaten Kolaka di Sulawesi Tenggara diharapkan menjadi lumbung pangan utama untuk mendukung swasembada beras nasional, mengingat potensi lahan pertaniannya yang subur, sesuai harapan Kemenko Pangan.
Kementerian Koordinator (Kemenko) Bidang Pangan Republik Indonesia menaruh harapan besar kepada Kabupaten Kolaka, Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra), untuk menjadi lumbung pangan di Bumi Anoa. Harapan ini bertujuan mendukung program swasembada beras nasional yang tengah digalakkan pemerintah. Potensi lahan pertanian di Kolaka dinilai sangat strategis untuk pengembangan komoditas padi.
Widiastuti, Deputi Bidang Koordinasi Usaha Pangan dan Pertanian Kemenko Pangan, mengungkapkan hal tersebut saat ditemui di Kolaka pada Senin (09/3). Ia menyoroti karakteristik lahan pertanian Kolaka yang subur dan sangat potensial. "Kita tahu bahwa Kolaka terkenal dengan tanah pertaniannya yang bagus. Dengan kondisi benih biasa saja sudah bisa berproduksi, apalagi jika dioptimalkan dengan penggunaan benih-benih unggul," kata Widiastuti.
Optimalisasi penggunaan benih unggul diharapkan dapat lebih meningkatkan produktivitas. Saat ini, rata-rata produktivitas gabah kering panen (GKP) di Kolaka mencapai 4,5 ton per hektare. Angka ini dianggap cukup baik dan berperan penting dalam menopang ketahanan pangan, baik di tingkat provinsi maupun nasional.
Potensi Lahan dan Produktivitas Padi Kolaka
Kabupaten Kolaka memiliki luas areal sawah yang signifikan, mencapai lebih dari 10.000 hektare. Lahan pertanian ini tersebar di 12 kecamatan, menunjukkan skala produksi yang besar. Kecamatan-kecamatan tersebut meliputi Watubangga, Baula, Kolaka, Latambaga, Polinggona, Pomalaa, Samaturu, Tanggetada, Toari, Wolo, Wundulako, hingga Iwoimendaa.
Produktivitas rata-rata petani di Kolaka berkisar antara 4,5 hingga 5 ton GKP per hektare. Angka ini menunjukkan efisiensi lahan yang baik dalam menghasilkan padi. Selain itu, frekuensi panen yang mencapai dua kali dalam setahun semakin memperkuat posisi Kolaka sebagai daerah penghasil pangan potensial.
Widiastuti menegaskan bahwa produktivitas 4,5 ton per hektare "cukup bagus" dan memiliki peran strategis. "Karena tadi terbilang bahwa satu hektare bisa menghasilkan kurang lebih 4,46 ton, jadi sekitar 4,5 ton, cukup bagus," ujarnya. Hal ini mengindikasikan ruang peningkatan produksi yang masih terbuka lebar di Kolaka.
Komitmen Pemerintah Daerah dan Dukungan Petani
Pemerintah daerah Kabupaten Kolaka menunjukkan komitmen kuat untuk mengoptimalkan lahan pertanian yang ada guna meningkatkan produksi pangan. Upaya ini ditempuh melalui program unggulan pemerintah kabupaten untuk meringankan beban operasional petani.
Salah satu program inovatif yang diterapkan adalah "Kartu Tani Beramal" yang digagas oleh Bupati Kolaka. Melalui program ini, petani mendapatkan bantuan pupuk secara gratis. Bantuan ini krusial untuk memastikan proses produksi tetap berjalan optimal dan mengurangi biaya input bagi petani.
Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Kolaka, Anas Yusuf, memaparkan detail program ini. Dukungan pemerintah daerah ini diharapkan dapat memotivasi petani untuk terus berproduksi. Dengan demikian, target Kolaka menjadi lumbung pangan Sultra dapat tercapai.
Sumber: AntaraNews