Kotim Siapkan Lahan 2,6 Hektare untuk Pembangunan Gudang Beras Modern dan IPP
Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) serius mendukung program Swasembada Pangan 2026 dengan menyiapkan lahan 2,6 hektare untuk pembangunan gudang beras modern dan Infrastruktur Pasca Panen (IPP) guna meningkatkan penyerapan gabah petani.
Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Kalimantan Tengah, menunjukkan komitmen kuat dalam mendukung program Swasembada Pangan nasional. Pemerintah daerah setempat telah menyiapkan lahan seluas 2,6 hektare untuk fasilitas penting berupa gudang dan pabrik beras modern. Langkah strategis ini diharapkan dapat memperkuat ketahanan pangan serta meningkatkan kesejahteraan petani di wilayah tersebut.
Inisiatif ini merupakan bagian dari rencana besar pemerintah pusat melalui Perum Bulog untuk membangun 100 titik gudang dan Infrastruktur Pasca Panen (IPP) di seluruh Indonesia. Kepala Perum Bulog Kantor Cabang Kotim, Muhammad Azwar Fuad, menyatakan bahwa Kotim akan mengajukan usulan untuk menjadi salah satu lokasi terpilih. "Kita di Kotim akan mengusulkan. Mudah-mudahan usulan kita disetujui," ujarnya di Sampit.
Pembangunan fasilitas modern ini menjadi krusial mengingat potensi pertanian padi di Kotim dan sekitarnya yang terus meningkat. Dengan adanya gudang dan pabrik beras modern, Bulog diharapkan dapat lebih maksimal dalam menyerap gabah dari petani, terutama di sentra-sentra produksi seperti Desa Lampuyang hingga wilayah Kuala Pembuang di Kabupaten Seruyan.
Lokasi Strategis dan Dukungan Pemerintah Daerah
Lahan seluas 2,6 hektare yang disiapkan untuk pembangunan gudang dan pabrik beras modern ini berlokasi strategis di Desa Lampuyang, Kecamatan Teluk Sampit. Lahan tersebut merupakan milik Kepala Desa Regei Lestari yang telah menyatakan kesediaannya untuk menghibahkan tanah tersebut jika Bulog merealisasikan pembangunan fasilitas di sana. Lokasi ini dipilih berdasarkan studi kelayakan (Feasibility Study/FS) yang menunjukkan potensi besar untuk pengembangan pertanian.
Perum Bulog Kotawaringin Timur telah berkoordinasi intensif dengan pemerintah daerah melalui Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan, serta DPRD Kotawaringin Timur. Koordinasi ini bertujuan untuk mendapatkan rekomendasi resmi terkait titik lokasi dan proses hibah tanah, memastikan semua aspek legal dan teknis terpenuhi. Dukungan penuh dari berbagai pihak ini menjadi modal penting dalam mempercepat proses persetujuan usulan pembangunan.
Muhammad Azwar Fuad menjelaskan bahwa pemilihan lokasi di Desa Lampuyang sangat relevan karena berdekatan dengan sentra padi. "Kalau usulan ini dikabulkan, Bulog lebih maksimal menyerap gabah petani, khususnya petani di Desa Lampuyang dan sekitarnya hingga Kuala Pembuang Kabupaten Seruyan, karena kebetulan ada sentra padi di Kabupaten Kotawaringin Timur dan Kabupaten Seruyan," tegas Fuad.
Fasilitas Modern untuk Beras Premium
Bulog Kotawaringin Timur mengusulkan pembangunan dua unit gudang dengan kapasitas masing-masing 3.500 ton, sehingga total kapasitas penyimpanan mencapai 7.000 ton. Selain itu, fasilitas ini juga akan dilengkapi dengan peralatan penggilingan modern. Peralatan tersebut mencakup dryer untuk pengeringan, mesin poles untuk menghasilkan beras berkualitas, color sorter untuk memilah beras berdasarkan warna, serta berbagai peralatan pendukung lainnya.
Apabila rencana ini terwujud, Kotawaringin Timur berpotensi besar untuk memproduksi beras premium. Fokus baru ini muncul karena masalah di sisi hulu, seperti penyediaan pupuk, bibit, dan obat-obatan, dirasa sudah cukup terpenuhi berkat bantuan dari Kementerian Pertanian. Dengan demikian, hasil panen petani diharapkan terus meningkat baik dari segi kuantitas maupun kualitas.
Pembangunan gudang dan pabrik modern ini juga akan menjadi solusi atas tantangan produksi beras di daerah ini. Saat ini, sawah yang digarap petani di Desa Lampuyang saja sudah mencapai 5.000 hektare. Ditambah lagi, informasi yang diterima Bulog menyebutkan hasil optimalisasi lahan dan cetak sawah seluas 4.000 hektare, yang berarti pada tahun 2026 nanti, lahan tanam di wilayah tersebut bisa mencapai sekitar 9.000 hektare.
Meningkatnya Produksi Gabah dan Urgensi Pembangunan
Dengan estimasi hasil minimal 4 ton per hektare, total potensi gabah yang bisa dihasilkan petani Desa Lampuyang diperkirakan mencapai 36.000 ton. Angka ini belum termasuk hasil panen dari kabupaten tetangga, Seruyan, yang diperkirakan memiliki 5.000 hektare lahan dengan produksi sekitar 20.000 ton gabah. Secara keseluruhan, total potensi gabah kering panen dari kedua wilayah ini bisa mencapai 56.000 ton.
Kapasitas penggilingan yang ada saat ini, baik milik perorangan maupun kelompok tani, hanya mampu mengolah ratusan ton gabah. Kondisi ini menunjukkan ketidakseimbangan yang signifikan antara jumlah gabah yang akan dipanen dengan kapasitas pengolahan yang tersedia. Kesenjangan ini menjadi masalah serius yang dapat menyebabkan kerugian bagi petani jika gabah tidak dapat diserap dan diolah dengan cepat.
Oleh karena itu, pembangunan gudang dan pabrik beras modern menjadi sangat mendesak. "Itulah salah satu urgensi mengapa kita mengusulkan agar di Kotim ini bisa terpilih untuk pembangunan gudang dan pabrik beras modern," pungkas Fuad. Fasilitas ini tidak hanya akan meningkatkan efisiensi pasca panen tetapi juga mendukung stabilitas harga dan ketersediaan beras di pasar lokal maupun regional.
Sumber: AntaraNews