Perusahaan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Niaga Kabupaten Lebak, Banten, menunjukkan komitmennya dalam mendukung sektor pertanian lokal. Mereka siap menampung seluruh hasil panen gabah dari para petani di daerah tersebut. Langkah ini diharapkan dapat secara signifikan meningkatkan pendapatan ekonomi masyarakat petani di Lebak.
Kesiapan BUMD Niaga Lebak ini tidak hanya sebatas penampungan, namun juga akan diikuti dengan pembangunan rice milling unit (RMU) atau penggilingan padi. Fasilitas ini akan mengolah gabah menjadi beras, yang kemudian dapat memenuhi kebutuhan pasar tradisional di Kabupaten Lebak. Bahkan, produksi beras ini juga berpotensi untuk dipasok ke luar daerah, membuka peluang pasar yang lebih luas.
Inisiatif ini sejalan dengan upaya pemerintah daerah dalam mendukung program swasembada pangan nasional serta pengentasan kemiskinan dan penghapusan kemiskinan ekstrem. Hal ini sesuai dengan Instruksi Presiden Nomor 8 tahun 2025 mengenai Optimalisasi Pelaksanaan Pengentasan Kemiskinan dan Penghapusan Kemiskinan Ekstrem. Dengan demikian, usaha pertanian pangan di Lebak diproyeksikan dapat menjanjikan kesejahteraan yang lebih baik bagi petani.
Advertisement
Advertisement
Kehadiran BUMD Niaga Lebak dalam menampung gabah petani merupakan angin segar bagi sektor pertanian di Kabupaten Lebak. Bupati Lebak, Mochamad Hasbi Asyidiki Jayabaya, menyatakan harapannya agar perusahaan BUMD ini tidak hanya menampung, tetapi juga mampu memproduksi beras secara mandiri. Ini akan menciptakan nilai tambah bagi produk pertanian lokal.
BUMD Niaga Lebak berencana untuk membeli gabah dari petani dengan harga pembelian pemerintah (HPP) sebesar Rp6.500 per kilogram. Harga yang stabil dan menjanjikan ini diharapkan dapat memberikan kepastian pendapatan bagi petani, sekaligus melindungi mereka dari fluktuasi harga pasar. Dengan demikian, petani dapat lebih fokus pada peningkatan kualitas dan kuantitas produksi.
Mochamad Hasbi Asyidiki Jayabaya meyakini bahwa dengan adanya BUMD Niaga Lebak yang menampung hasil produksi gabah, usaha petani akan meningkat pesat. Selain itu, inisiatif ini juga diharapkan dapat memberikan sumbangan signifikan terhadap pendapatan ekonomi daerah. Ini menunjukkan bagaimana sinergi antara pemerintah daerah dan BUMD dapat menciptakan ekosistem pertanian yang lebih kuat dan berkelanjutan.
Advertisement
Advertisement
Potensi produksi gabah kering pungut di Kabupaten Lebak terbilang cukup tinggi. Berdasarkan laporan Dinas Pertanian setempat, produksi gabah pada tahun 2024 diperkirakan mencapai 662 ribu ton. Jumlah ini merupakan hasil dari dua kali musim tanam dalam setahun, dan sebagian di antaranya selama ini dipasok ke luar daerah dalam bentuk gabah.
Dengan pembangunan RMU oleh BUMD Niaga Lebak, diharapkan tidak ada lagi gabah yang dipasok keluar daerah tanpa diolah. Gabah tersebut akan diproses menjadi beras berkualitas tinggi di Lebak sendiri. Ini akan menciptakan rantai nilai yang lebih panjang di dalam daerah, serta membuka lapangan kerja baru di sektor pengolahan beras.
Bupati Lebak optimistis bahwa dengan adanya fasilitas pengolahan ini, Lebak tidak hanya akan mampu memenuhi kebutuhan beras lokal, tetapi juga bisa memasok beras berkualitas dan bermutu ke pasaran luar daerah. Hal ini akan memperkuat posisi Lebak sebagai salah satu lumbung pangan di Banten dan berkontribusi nyata pada program swasembada pangan nasional.
Advertisement
Advertisement
Pemerintah daerah Kabupaten Lebak memiliki komitmen tinggi untuk membangun sektor pertanian. Kepala Bidang Produksi Dinas Pertanian Kabupaten Lebak, Deni Iskandar, menjelaskan bahwa pembangunan sektor ini secara langsung dapat meningkatkan pendapatan ekonomi petani. Ini juga merupakan bagian integral dari upaya pengentasan kemiskinan dan penghapusan kemiskinan ekstrem di daerah.
Untuk lebih mendongkrak produksi pangan dan kesejahteraan petani, pemerintah daerah mendorong petani untuk meningkatkan Indeks Pertanaman (IP). Targetnya adalah tiga kali tanam dalam setahun, dari sebelumnya hanya dua kali tanam. Peningkatan frekuensi tanam ini diharapkan dapat memaksimalkan potensi lahan pertanian yang tersedia di Lebak.
Deni Iskandar meyakini bahwa dengan tiga kali tanam dalam setahun, Kabupaten Lebak dapat menghasilkan produksi gabah di atas 1.000 ton. Perhitungan ini didasarkan pada luas areal sawah yang mencapai 52.025 hektare, dengan rata-rata produktivitas 7 ton gabah per hektare. Angka-angka ini menunjukkan potensi besar Lebak dalam mencapai kemandirian pangan dan meningkatkan kesejahteraan petani secara berkelanjutan.
Advertisement
Sumber: AntaraNews