Fakta Unik: Gerakan Percepatan Tanam Padi di Kapuas, Kalteng, Mampu Panen 5 Kali dalam 2 Tahun!
Pemerintah Kabupaten Kapuas mengoptimalkan Gerakan Percepatan Tanam Padi untuk swasembada pangan Kalteng. Simak bagaimana upaya ini bisa menghasilkan panen luar biasa!
Pemerintah Kabupaten Kapuas, Kalimantan Tengah, secara aktif mengoptimalkan Gerakan Percepatan Tanam Padi. Kegiatan ini dilaksanakan di lokasi cetak sawah rakyat, tepatnya di Desa Sumber Agung, Kecamatan Dadahup. Inisiatif ini bertujuan untuk meningkatkan produksi beras dan mencapai swasembada pangan di wilayah tersebut.
Penanaman perdana ini merupakan langkah strategis setelah sebelumnya dilakukan di Desa Sei Kayu. Bupati Kapuas, Wiyatno, berharap kondisi lahan di Dadahup akan lebih baik. Meskipun di Sei Kayu lahan bagus, pertumbuhan tanaman belum optimal hingga kini.
Gerakan ini menunjukkan komitmen pemerintah daerah dalam mendukung ketahanan pangan nasional. Upaya ini melibatkan berbagai pihak untuk memastikan keberlanjutan program. Targetnya adalah menjadikan Kapuas sebagai lumbung pangan utama.
Target Swasembada Pangan dan Capaian Lokal
Bupati Wiyatno menegaskan bahwa Kecamatan Dadahup harus menjadi bagian penting dari sentra produksi pangan. Wilayah ini telah dilengkapi dengan sarana dan prasarana yang memadai. Bahkan, akses jalan beraspal sudah tersedia hingga ke area persawahan.
Capaian panen raya di beberapa wilayah Kapuas menunjukkan potensi besar. Di Kecamatan Bataguh, Desa Terusan, panen mencapai 3.800 hektare dari potensi 20.000 hektare. Sementara itu, Tamban Catur mencatat 5.000 hektare dari 10.000 hektare potensial.
Kapuas Timur juga berkontribusi dengan 9.000 hektare, mayoritas masih padi lokal. Menariknya, di Bataguh dan Tamban Catur, kombinasi padi lokal dan unggul telah diterapkan. Padi unggul bahkan mampu panen hingga lima kali dalam dua tahun.
Dinas Pertanian diharapkan dapat membina masyarakat untuk menanam minimal satu kali padi lokal dan satu kali padi unggul. Ini memungkinkan petani untuk melakukan dua kali panen dalam setahun. Target besar Kapuas adalah swasembada pangan untuk Kalimantan Tengah.
Dukungan Pemerintah Provinsi dan Modernisasi Pertanian
Penjabat Sekretaris Daerah Provinsi Kalteng, Leonard S. Ampung, mengapresiasi Gerakan Percepatan Tanam Padi ini. Ini adalah tanam perdana di lokasi cetak sawah yang merupakan bagian dari target 66 ribu hektare cetak sawah di Kalteng. Optimasi lahan juga dilakukan bersama TNI.
Leonard menambahkan bahwa modernisasi pertanian akan sangat mendukung peningkatan produktivitas. Penggunaan drone, alat mesin pertanian (alsintan), bantuan bibit, pupuk, hingga dolomit menjadi kunci. Kerja sama antara pemerintah pusat, provinsi, kabupaten, camat, kepala desa, dan petani sangat vital.
Program ini merupakan bagian dari program strategis nasional karena Kalimantan Tengah ditetapkan sebagai Lumbung Pangan Nasional. Penting untuk memperhatikan periode tanam dan kondisi lahan, terutama saat musim hujan. Ketinggian air di atas 30 sentimeter dapat merusak tanaman padi.
Selain padi, Pemprov Kalteng juga akan mendukung pengembangan komoditas lain seperti jagung. Komoditas ini memiliki potensi besar di wilayah Kapuas. Sejak dulu, Kapuas bersama Pulang Pisau menjadi penopang utama lumbung pangan Kalteng.
Pentingnya Ketahanan Pangan Nasional
Leonard S. Ampung menekankan bahwa ketahanan pangan adalah hal mendasar bagi bangsa. Jika ketahanan pangan lemah, negara dapat goyah. Oleh karena itu, Presiden sejak awal telah menekankan pentingnya isu ini.
Kalimantan Tengah harus menjadi bagian integral dari upaya ketahanan pangan nasional. Semua pihak diharapkan tetap bersemangat dalam mendukung program ini. Peran kepala desa, camat, dan dinas terkait dalam mendampingi petani sangat krusial.
Bupati Wiyatno berharap gerakan tanam cepat ini dapat terus berlanjut dan tidak terhenti. Meskipun telah menggunakan teknologi seperti drone, upaya manual tetap diperlukan jika ada bagian tanaman yang tidak tumbuh. Harapannya, dalam 3-4 bulan ke depan, panen raya dapat dilakukan di Dadahup.
Sumber: AntaraNews