Kebutuhan Sayuran MBG Jayawijaya Capai 1 Ton Per Hari, SPPG Hadapi Tantangan Pasokan
Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Papua Pegunungan mengungkapkan **kebutuhan sayuran MBG Jayawijaya** mencapai 1 ton per hari untuk Program Makan Bergizi Gratis, memicu tantangan pasokan yang signifikan dan memaksa pengiriman dari luar daerah.
Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Papua Pegunungan melaporkan bahwa kebutuhan sayuran untuk Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Jayawijaya mencapai kurang lebih 1 ton setiap harinya. Angka fantastis ini menunjukkan skala besar program yang bertujuan meningkatkan gizi masyarakat di wilayah tersebut.
Ketua Kelompok SPPG Papua Pegunungan, Wahyu Adi Pratama, menjelaskan bahwa di Jayawijaya terdapat empat dapur yang mengelola Program MBG. Keempat dapur ini melayani sekitar 13.500 hingga 14.000 penerima manfaat setiap hari, sehingga volume kebutuhan sayur mayur menjadi sangat besar.
Besarnya kebutuhan sayuran ini menimbulkan tantangan pasokan yang signifikan, memaksa SPPG untuk mendatangkan sayur mayur dari luar Wamena. Langkah ini diambil guna memastikan kelangsungan distribusi gizi bagi para penerima manfaat program.
Tantangan Pemenuhan Pasokan Lokal untuk Kebutuhan Sayuran MBG Jayawijaya
Meskipun upaya maksimal telah dilakukan, pemenuhan kebutuhan sayuran untuk Program MBG di Jayawijaya menghadapi kendala serius dari pasokan lokal. Wahyu Adi Pratama menyatakan bahwa pasokan sayur di Wamena sangat terbatas, tidak mampu menutupi angka 1 ton per hari yang dibutuhkan.
SPPG bahkan harus secara aktif mendatangi beberapa pasar tradisional di Kota Wamena dan mengandalkan distribusi dari petani lokal. Namun, upaya ini masih jauh dari cukup untuk memenuhi seluruh kebutuhan harian.
Selain keterbatasan jumlah, masalah harga juga menjadi hambatan. Seringkali, harga sayuran yang tersedia di pasar lokal tidak sesuai dengan besaran anggaran yang telah ditetapkan untuk Program MBG. Kondisi ini memperparah situasi dan menjadi alasan utama mengapa pasokan harus didatangkan dari luar Wamena, seperti Jayapura.
Harapan Peningkatan Produktivitas Petani dan Peran Koperasi Desa
Menyikapi tantangan pasokan ini, SPPG Papua Pegunungan sangat berharap adanya peningkatan produktivitas dari petani lokal. Peningkatan hasil panen diharapkan dapat mengurangi ketergantungan pada pasokan dari luar daerah untuk **kebutuhan sayuran MBG Jayawijaya**.
Selain itu, SPPG juga menaruh harapan besar pada Koperasi Desa Merah Putih agar segera beroperasi secara aktif. Koperasi ini diharapkan dapat menjadi pemasok utama sayur mayur dan buah-buahan ke dapur-dapur MBG.
Wahyu Adi Pratama menekankan pentingnya Koperasi Desa Merah Putih untuk dapat menyuplai kebutuhan sesuai anggaran yang ditetapkan oleh Badan Gizi Nasional (BGN). Aktivasi koperasi ini dipandang sebagai solusi strategis jangka panjang untuk memastikan keberlanjutan dan kemandirian pasokan gizi lokal.
Sumber: AntaraNews