PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC) secara sigap memperkuat sistem keamanan dan pengawasan di seluruh area Stasiun Whoosh. Langkah ini diambil untuk menjamin kelancaran serta keselamatan penumpang selama masa arus mudik Lebaran Idul Fitri tahun ini. Penguatan sistem keamanan ini menjadi prioritas utama bagi KCIC dalam menghadapi lonjakan volume penumpang.
Upaya konkret yang dilakukan meliputi pengerahan ribuan unit Closed Circuit Television (CCTV) serta penugasan ratusan personel gabungan. Seluruh area vital, mulai dari stasiun hingga jalur operasional kereta cepat, kini berada di bawah pengawasan ketat. Hal ini bertujuan untuk menciptakan lingkungan perjalanan yang aman dan nyaman bagi seluruh pengguna Whoosh.
Manager Corporate Communication KCIC, Emir Monti, menegaskan bahwa pengerahan sumber daya ini adalah bagian dari komitmen perusahaan. Tujuannya adalah memastikan seluruh operasional Whoosh berjalan aman dan kondusif, sekaligus memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat yang melakukan perjalanan mudik.
Advertisement
Advertisement
Untuk memastikan keamanan Whoosh yang maksimal, KCIC telah mengoperasikan sebanyak 1.773 unit CCTV. Ribuan kamera pengawas ini tersebar secara strategis di berbagai lokasi penting. Penempatan CCTV mencakup seluruh area stasiun, jalur operasional kereta, area depo, hingga di dalam rangkaian kereta cepat itu sendiri.
Emir Monti menjelaskan bahwa pengerahan CCTV ini memiliki dua fungsi utama. Pertama, untuk memastikan seluruh penumpang kereta Whoosh berada dalam keadaan aman dan terpantau baik saat berada di stasiun maupun selama perjalanan. Kedua, CCTV ini juga berfungsi untuk memantau seluruh operasional di stasiun dan di atas kereta agar berjalan dengan aman dan kondusif tanpa hambatan.
Sistem pengawasan terintegrasi ini memungkinkan pemantauan real-time terhadap setiap pergerakan dan aktivitas. Dengan demikian, potensi gangguan atau insiden dapat dideteksi dan ditangani dengan cepat. Keberadaan CCTV menjadi tulang punggung dalam menjaga standar keamanan tinggi di seluruh ekosistem Whoosh.
Advertisement
Advertisement
Selain teknologi pengawasan canggih, KCIC juga mengerahkan sumber daya manusia yang signifikan untuk menjaga keamanan. Sebanyak 551 personel pengamanan gabungan disiagakan di seluruh wilayah stasiun selama masa arus mudik. Personel ini terdiri dari petugas pengamanan internal KCIC, petugas security operasional, serta dukungan penuh dari Tentara Nasional Indonesia (TNI) dan Kepolisian Republik Indonesia (Polri).
Penempatan personel pengamanan ini tidak hanya terfokus di stasiun saja. Mereka juga ditempatkan di jalur operasional kereta dan area depo. Kehadiran personel gabungan ini bertujuan untuk memberikan rasa aman kepada penumpang serta menjaga ketertiban di setiap titik krusial operasional Whoosh.
Kolaborasi antara berbagai instansi ini menunjukkan keseriusan KCIC dalam menghadapi tantangan arus mudik Lebaran. Sinergi ini memastikan respons cepat terhadap segala situasi yang mungkin timbul. Dengan demikian, perjalanan penumpang Whoosh selama Lebaran dapat berlangsung tanpa kendala.
Advertisement
Advertisement
Tidak berhenti pada aspek keamanan fisik, KCIC juga menempatkan 309 petugas posko internal perusahaan. Petugas-petugas ini tersebar di seluruh stasiun Whoosh, Posko Pusat Kementerian Perhubungan, serta berbagai area kerja operasional Whoosh. Keberadaan mereka sangat vital dalam mendukung kelancaran arus mudik.
Emir Monti menambahkan, penempatan petugas posko ini memiliki peran ganda. Mereka bertugas untuk memantau operasional kereta secara menyeluruh dan juga aktif memberikan pelayanan serta bantuan kepada penumpang. Hal ini dilakukan selama masa angkutan Lebaran yang padat.
Dengan adanya prosedur pengamanan dan pelayanan terpadu ini, KCIC berharap seluruh aktivitas penumpang kereta Whoosh selama masa arus mudik bisa berjalan aman dan kondusif. Komitmen ini merupakan wujud dedikasi KCIC dalam menyediakan moda transportasi yang handal dan terpercaya bagi masyarakat Indonesia.
Advertisement
Sumber: AntaraNews