Kabar Duka: Suami Wali Kota Semarang, Djoko Riyanto Meninggal Dunia Setelah Dirawat Intensif
Vincentius Djoko Riyanto, suami Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng Pramestuti, Djoko Riyanto meninggal dunia pada Minggu pagi setelah menjalani perawatan intensif akibat sakit jantung.
Kabar duka menyelimuti Kota Semarang setelah Vincentius Djoko Riyanto, suami dari Wali Kota Agustina Wilujeng Pramestuti, menghembuskan napas terakhirnya pada Minggu pagi. Kepergian sosok penting ini meninggalkan duka mendalam bagi keluarga, kerabat, dan masyarakat kota lumpia. Berita ini telah dikonfirmasi secara resmi oleh pihak Pemerintah Kota Semarang.
Almarhum Djoko Riyanto meninggal dunia pada pukul 05.30 WIB di Rumah Sakit Telogorejo Semarang setelah menjalani perawatan medis intensif. Beliau telah dirawat di rumah sakit tersebut selama sekitar 1,5 bulan terakhir akibat penyakit jantung yang dideritanya. Kondisi kesehatan yang memburuk menjadi penyebab utama kepergiannya.
Kepala Bagian Komunikasi Pimpinan dan Protokol Sekretariat Daerah Kota Semarang, Siswo Purnomo, membenarkan kabar duka tersebut. "Betul, Bapak (Djoko Riyanto, red) meninggal dunia hari ini pukul 05.30 WIB di RS Telogorejo Semarang," ujarnya saat memberikan konfirmasi kepada media.
Kronologi dan Konfirmasi Resmi Kepergian Djoko Riyanto
Vincentius Djoko Riyanto, yang juga dikenal sebagai anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Semarang, telah berjuang melawan sakit jantung. Perawatan intensif di RS Telogorejo menjadi upaya terakhir untuk memulihkan kesehatannya. Namun, takdir berkata lain, dan beliau berpulang pada Minggu pagi.
Konfirmasi resmi dari pihak pemerintah kota memastikan kebenaran berita duka ini. Siswo Purnomo, yang akrab disapa Ipung, menjelaskan detail waktu dan lokasi meninggalnya almarhum. Informasi ini segera menyebar luas, membawa suasana berkabung di seluruh penjuru kota.
Kabar mengenai sakitnya Djoko Riyanto memang telah diketahui oleh banyak pihak. Selama 1,5 bulan perawatan, keluarga dan kerabat terus mendampingi. Kepergiannya menjadi kehilangan besar, terutama bagi sang istri, Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng Pramestuti, yang kini harus melanjutkan tugasnya dengan duka mendalam.
Riwayat Kesehatan dan Rencana Pemakaman Almarhum
Menurut keterangan dari Siswo Purnomo, riwayat kesehatan Djoko Riyanto menunjukkan bahwa beliau telah dirawat cukup lama. "Beliau sudah dirawat sekitar 1,5 bulan di RS Telogorejo, karena sakit jantung," kata Ipung. Penyakit jantung menjadi penyebab utama yang merenggut nyawanya.
Saat ini, jenazah Djoko Riyanto disemayamkan di rumah duka yang beralamat di Jalan Gedawang Permai I/2, RT 002/RW 004, Gedawang, Banyumanik, Semarang. Keluarga besar dan para pelayat mulai berdatangan untuk menyampaikan belasungkawa serta memberikan penghormatan terakhir kepada almarhum.
Rencana pemakaman Djoko Riyanto dijadwalkan pada hari Minggu sore, setelah pelaksanaan misa yang akan dimulai pukul 15.00 WIB. Pemakaman akan dilaksanakan di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Srondol Wetan Durian, Semarang. Persiapan untuk prosesi pemakaman sedang dilakukan dengan penuh khidmat.
Jejak Pengabdian dan Keluarga yang Ditinggalkan
Semasa hidupnya, Djoko Riyanto dikenal sebagai sosok yang aktif dalam dunia politik dan pemerintahan Kota Semarang. Beliau telah menjabat sebagai anggota DPRD Kota Semarang selama empat periode, menunjukkan dedikasi dan komitmennya terhadap pembangunan kota. Kiprahnya di legislatif telah memberikan banyak kontribusi.
Selain perannya di DPRD, Djoko Riyanto juga aktif di partai politik. Beliau menjabat sebagai Ketua PAC PDI Perjuangan Banyumanik sejak tahun 2019. Peran ini menegaskan posisinya sebagai tokoh penting dalam struktur partai di tingkat lokal, yang turut membentuk arah kebijakan di wilayah tersebut.
Djoko Riyanto meninggalkan seorang istri, Agustina Wilujeng Pramestuti, serta tiga orang anak: Yohana Citra Mahardika, Nicolaus Tzar Dewa Nugraha, dan Alexander Riandro Satria Wicaksono. Selain itu, beliau juga meninggalkan seorang cucu. Kehilangan sosok ayah, suami, dan kakek ini tentu menjadi pukulan berat bagi keluarga yang ditinggalkan, namun warisan pengabdiannya akan selalu dikenang.
Sumber: AntaraNews