Investigasi Peluru Nyasar Pasmar 2 di Gresik: Transparansi dan Penanganan Korban Jadi Prioritas
Pasmar 2 terus melakukan investigasi mendalam terkait insiden peluru nyasar di Gresik, melibatkan ahli dan memastikan komunikasi transparan dengan korban untuk penanganan yang berkeadilan.
Pasukan Marinir 2 Surabaya menegaskan komitmennya untuk melakukan investigasi transparan dan berkeadilan terkait insiden peluru nyasar yang terjadi di salah satu SMP Negeri di Gresik, Jawa Timur. Insiden ini, yang terjadi pada Rabu, 17 Desember 2025, melibatkan dua korban anak-anak dan menjadi perhatian serius dari pihak Pasmar 2. Investigasi difokuskan pada uji teknis mendalam, pelibatan para ahli independen, serta komunikasi berkelanjutan dengan pihak korban.
Komandan Pasmar 2, Mayjen TNI (Mar) Oni Junianto, pada Minggu (12/4/2026) di Surabaya, menyatakan bahwa pemeriksaan 119 peluru sedang berlangsung dan akan dilanjutkan dengan uji tembak untuk memastikan keakuratan data. Langkah ini diambil untuk memperkuat hasil analisis dan memastikan semua aspek teknis terungkap dengan jelas. Penanganan terhadap korban juga telah dilakukan sejak awal kejadian, menunjukkan respons cepat dari pihak Pasmar 2.
Pernyataan ini diberikan seiring dengan upaya Pasmar 2 untuk memastikan penanganan insiden berjalan transparan dan berkeadilan. Kejadian peluru nyasar ini memicu respons cepat dari berbagai pihak, termasuk Polisi Militer Komando Daerah Angkatan Laut (Pomal Kodal) yang terus memproses hukum kasus tersebut.
Fokus Investigasi dan Uji Teknis Peluru Nyasar
Pasmar 2 memfokuskan investigasi pada aspek uji teknis untuk mengungkap penyebab pasti insiden peluru nyasar. Komandan Pasmar 2 Mayjen TNI (Mar) Oni Junianto menjelaskan bahwa sebanyak 119 peluru sedang dalam pemeriksaan dan akan dilanjutkan dengan uji tembak. Proses ini bertujuan untuk mendapatkan data yang akurat dan dapat dipertanggungjawabkan terkait lintasan dan jangkauan peluru.
Untuk memperkuat hasil uji balistik, Pasmar 2 juga meminta data teknis dari PT Pindad (Persero). Data dari produsen amunisi ini sangat penting untuk memastikan analisis yang kuat dan tidak berdasarkan asumsi. Keterlibatan ahli independen juga menjadi bagian dari upaya Pasmar 2 untuk mendapatkan pandangan objektif terkait jangkauan peluru dan aspek keselamatan selama latihan.
Langkah-langkah ini menunjukkan keseriusan Pasmar 2 dalam menangani kasus ini secara profesional dan ilmiah. Tujuannya adalah untuk memastikan bahwa semua temuan didukung oleh bukti teknis yang kuat. Hasil dari uji teknis dan data dari PT Pindad akan menjadi dasar penting dalam menentukan langkah selanjutnya.
Penanganan Korban dan Komunikasi Berkelanjutan
Sejak awal kejadian, Pasmar 2 telah melakukan penanganan komprehensif terhadap para korban peluru nyasar. Mayjen TNI (Mar) Oni Junianto mengungkapkan bahwa perawatan medis, kontrol kesehatan, dan santunan telah diberikan kepada salah satu korban, Octo, melalui ibunya. Ini menunjukkan kepedulian Pasmar 2 terhadap dampak yang dialami oleh korban dan keluarganya.
Meskipun demikian, Pasmar 2 masih terus berupaya menjalin komunikasi dengan korban lainnya, Ibu Dewi. Komandan Pasmar 2 menegaskan keterbukaan pihaknya untuk peluang komunikasi guna memastikan penyelesaian yang baik dan adil bagi semua pihak. Upaya proaktif ini menunjukkan komitmen Pasmar 2 untuk bertanggung jawab dan mencari solusi terbaik bagi para korban.
Komunikasi yang terbuka dan penanganan yang empati menjadi prioritas bagi Pasmar 2 dalam situasi ini. Mereka berupaya memastikan bahwa kebutuhan korban terpenuhi dan ada jalur dialog yang jelas. Hal ini penting untuk membangun kembali kepercayaan dan menyelesaikan masalah dengan cara yang paling manusiawi.
Proses Hukum dan Evaluasi Prosedur Latihan
Selain investigasi teknis dan penanganan korban, proses hukum terkait insiden peluru nyasar ini juga terus berjalan. Polisi Militer Komando Daerah Angkatan Laut (Pomal Kodal) sedang menangani kasus ini sesuai dengan prosedur hukum yang berlaku. Pasmar 2 menyatakan keterbukaan terhadap langkah hukum yang mungkin diambil oleh pihak korban, menunjukkan kesiapan mereka untuk menghadapi konsekuensi hukum.
Bersamaan dengan itu, Pasmar 2 juga melakukan evaluasi menyeluruh terhadap prosedur latihan. Evaluasi ini mencakup aspek keselamatan dan standar operasional yang berlaku di lapangan tembak TNI AL yang berjarak sekitar 2,3 kilometer dari lokasi kejadian. Tujuannya adalah untuk mencegah terulangnya insiden serupa di masa mendatang dan meningkatkan standar keamanan.
Keterlibatan ahli independen juga akan memberikan masukan berharga dalam evaluasi ini, khususnya terkait aspek keselamatan latihan. Pasmar 2 berkomitmen untuk mengambil tindakan perbaikan yang diperlukan berdasarkan hasil evaluasi dan investigasi. Ini adalah bagian dari upaya menjaga akuntabilitas dan memastikan keselamatan masyarakat.
Sumber: AntaraNews