Integritas Sebagai Fondasi, AAI Konsolidasikan Profesi Menuju Munaslub 2026
Dalam deklarasinya, Ruth menegaskan pentingnya integritas sebagai fondasi utama kerja-kerja advokasi.
Sejumlah advokat dari berbagai daerah menghadiri deklarasi pencalonan Ruth Simamora sebagai Calon Ketua Umum Asosiasi Advokat Indonesia (AAI) menjelang Musyawarah Nasional Luar Biasa (Munaslub) Bersama 2026. Agenda tersebut menjadi momentum konsolidasi internal sekaligus penegasan arah organisasi di tengah dinamika profesi advokat.
Dalam deklarasinya, Ruth menegaskan pentingnya integritas sebagai fondasi utama kerja-kerja advokasi. Ia menilai profesi advokat memegang peran strategis dalam menjaga keadilan dan melindungi hak-hak warga negara.
"Profesi advokat adalah profesi moral. Integritas menjadi dasar dari semua kerja-kerja advokasi," tegasnya.
Pembinaan advokat muda
Ruth juga menyoroti kebutuhan pembinaan advokat muda serta peningkatan dukungan bagi advokat perempuan. Ia menilai organisasi yang sehat harus memberi ruang setara bagi seluruh anggotanya, sembari menempatkan profesionalisme, visi, dan akuntabilitas sebagai orientasi utama menghadapi tantangan ke depan.
Selain menekankan penguatan kapasitas anggota, Ruth turut menyerukan pentingnya persatuan di tubuh AAI.
"Rumah kita adalah AAI. Keteguhan organisasi hanya dapat terjaga jika kita memeliharanya bersama," ujarnya.
Calon ketua umum
Ketua Tim Sukses Ruth Simamora, Yudhi Bimantara (Bima), memastikan bahwa Ruth resmi maju sebagai calon ketua umum pada Munaslub Bersama 2026. Ia mengajak seluruh advokat menjaga proses organisasi yang demokratis, beretika, dan mengutamakan kepentingan profesi. Tagline deklarasi, #MajuBersamaUntukBersatu – RuthSimamoraMilikBersama, diharapkan menjadi semangat kebersamaan dalam memperkuat AAI.
Sejumlah tokoh turut memberikan dukungan. Advokat senior AAI, Prof. Dr. OC Kaligis, menyambut baik hadirnya kader perempuan muda dalam kontestasi kepemimpinan AAI dan berharap organisasi dapat kembali bersatu. Kader muda AAI, Andreas Nahot, juga menekankan pentingnya persatuan meski para anggota berada dalam rumpun kepengurusan yang berbeda.
Para tamu undangan dari berbagai DPC AAI menilai deklarasi ini bukan hanya ajang politik organisasi, tetapi juga momentum memperkuat marwah profesi advokat agar lebih akuntabel dan kolaboratif. Kehadiran Ruth, sebagai kader perempuan AAI, dinilai dapat membuka ruang dialog yang lebih sejuk dan konstruktif di tengah dinamika internal.
Deklarasi ini menandai awal konsolidasi menuju AAI yang lebih profesional, berintegritas, dan visioner menuju Munaslub Bersama 2026.