Ibu ABK Kasus Sabu 2 Ton Sujud di Hadapan Habiburokhman Usai Rapat
Ibu ABK kasus sabu 2 ton dan ibu tersangka kasus Lombok menangis di RDPU Komisi III DPR, memohon bantuan untuk anaknya yang sedang menghadapi proses hukum.
Komisi III DPR RI menggelar Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU) bersama keluarga Anak Buah Kapal (ABK) asal Batam, Fandi Ramadhan, serta keluarga Radiet Adiansyah (19).
Pertemuan berlangsung di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, dan turut dihadiri kuasa hukum kedua keluarga, Hotman Paris.
Setelah rapat berakhir, pimpinan rapat Habiburokhman mendatangi kedua ibu dari keluarga tersebut. Momen tersebut terekam dalam unggahan media sosial Hotman Paris.
Saat ditemui, salah satu ibu menangis sambil memohon bantuan kepada anggota DPR.
"Ya temen-temen bantu semua kan," ujar Habiburokhman kepada salah seorang ibu yang menangis dihadapannya, Kamis (26/2).
Tak lama, seorang ibu yang mengenakan pakaian hitam spontan bersujud sambil meminta bantuan untuk anaknya.
"Kasian anak saya pak," ujar ibu tersebut sambil menangis.
Habiburokhman kemudian meminta agar ibu tersebut tidak melakukan hal tersebut dan menyampaikan bahwa pihaknya akan berupaya membantu.
"Jangan gitu dong bu, enggak usah. Nanti Pak Hotman juga bantu. Kita all out ya bu," pungkas Habiburokhman.
Dua Kasus yang Dibahas dalam RDPU
Fandi Ramadhan diketahui merupakan ABK asal Batam yang terseret kasus narkotika dengan barang bukti sabu dalam jumlah besar.
Ia menghadapi tuntutan maksimal, sementara pihak keluarga menilai perannya bukan sebagai pelaku utama.
Sementara Radiet Adiansyah menjadi tersangka dalam kasus kematian Ni Made Vaniradya Puspa Nitra (19), mahasiswi Universitas Mataram.
Korban ditemukan meninggal pada Rabu (27/8/2025) dini hari setelah pergi bersama Radiet di Pantai Nipah, Desa Malaka, Kecamatan Pemenang, Lombok Utara.
RDPU tersebut digelar untuk mendengar keterangan keluarga serta pendamping hukum terkait kedua perkara yang sedang berjalan.