Hujan dan Angin Kencang, Pasutri di Makassar Tertimpa Atap Beton Indekos
Posko Damkar BTP menerima laporan kejadian robohnya bangunan di kawasan Jalan Keindahan BTP pada pukul 15.30 Wita.
Cuaca ekstrem yang melanda Makassar menyebabkan atap indekos Pondok Puang Sabri di Jalan Keindahan 12, Perumahan Bumi Tamalanrea Permai, Kelurahan Buntusu, Kecamatan Tamalanrea, roboh. Atap beton tersebut menimpa penghuni kamar nomor 10 yang merupakan pasangan suami istri.
Kepala Bidang Penyelamatan Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Makassar, Ismail Abdullah, mengatakan posko Damkar BTP menerima laporan kejadian robohnya bangunan di kawasan Jalan Keindahan BTP pada pukul 15.30 Wita. Saat peristiwa terjadi, kondisi cuaca di lokasi disertai hujan dan angin kencang.
"Kemudian salah satu bangunan di sini terkena dan atapnya roboh. Sehingga dindingnya juga ikut roboh," ujarnya kepada wartawan, Minggu (11/1).
Suami Istri Tertimpa Beton
Ismail mengungkapkan, dua penghuni indekos menjadi korban dalam peristiwa tersebut. Keduanya diketahui bernama Muh Raihan Arsal dan Nur Aisyah Bahar.
"Korbannya ada dua orang yang sedang tertidur saat kejadian. Satu laki-laki dan satu perempuan. Mereka suami istri ya," tuturnya.
Akibat kejadian itu, sang suami mengalami luka parah karena tertimpa atap beton, sementara sang istri hanya mengalami luka ringan.
"Tadi istrinya bisa ditarik segera, yang parah ini suaminya Tapi Alhamdulillah tadi sudah dari tim gabungan, dari Damkar, SAR, BPBD, Bhabinkamtibmas, dan Babinsa hadir mengevakuasi korban," kata Ismail.
Sekitar pukul 17.00 Wita, kedua korban dilarikan ke Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Wahidin Soedirohusodo Makassar untuk mendapatkan perawatan medis.
Kronologi Kejadian
Sementara itu, tetangga kamar korban, Rio Tanto, menuturkan saat kejadian turun hujan disertai angin kencang. Ia mendengar dua kali suara gemuruh akibat robohnya atap beton di kamar nomor 10.
"Dua kali dentuman pak. Pertama, itu benturan dinding belakang. Terus yang keduanya itu menyusul, kurang tahu dari dinding mana. Ternyata dari dinding depan dulu," bebernya.
Usai mendengar kejadian tersebut, Rio bersama istrinya langsung keluar dari kamar kos. Ia menyelamatkan istrinya terlebih dahulu dari bangunan kos dua lantai tersebut.
"Jadi pada waktu kejadian, saya turun. Itu kami semua turun teman-teman kamar lain. Pas di bawah, saya posisi di bawah lihat istri, ternyata ada teriakan dari kamar 10, yaitu Nur Aisyah (korban) teriak minta tolong" kata dia.
Saat itu, Rio bersama penghuni kos lainnya berupaya membantu istri korban. Namun, korban bernama Raihan sulit dievakuasi karena terhimpit beton.
"Istrinya kita selamatkan terlebih dahulu, karena dia dekat jendela (kamar). Suaminya itu terhimpit beton, sulit dievakuasi kalau manual (tanpa alat)," ucapnya.