Hotline Polisi 110 Siaga Mudik Lebaran 2026, Pemudik Diminta Manfaatkan Layanan Darurat
Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) menyiapkan Hotline Polisi 110 sebagai layanan darurat bagi pemudik Lebaran 2026. Jangan ragu hubungi jika alami gangguan keamanan atau masalah di jalan demi kelancaran perjalanan mudik Anda.
Wakil Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Wakapolri), Komisaris Jenderal Dedi Prasetyo, mengimbau seluruh pemudik Lebaran 2026 untuk tidak segan menghubungi layanan darurat Polri di nomor 110. Imbauan ini disampaikan guna memastikan keamanan dan kelancaran perjalanan selama periode mudik. Layanan ini menjadi garda terdepan bagi masyarakat yang membutuhkan bantuan kepolisian di tengah perjalanan.
Pernyataan ini disampaikan Komjen Dedi Prasetyo saat meninjau Command Center KM 29 di Bekasi, Jawa Barat, pada Sabtu, 14 Maret 2026. Beliau menekankan bahwa Hotline Polisi 110 akan mempermudah pihak kepolisian dalam memberikan respons cepat dan efektif di lapangan. Hal ini penting mengingat tingginya mobilitas dan potensi kerawanan selama musim mudik Lebaran.
Selain layanan Hotline 110, Polri juga mengoperasikan sistem SMS blast untuk memberikan informasi terkini mengenai kondisi lalu lintas. Teknologi ini memungkinkan pemudik menerima pembaruan secara real-time, membantu mereka dalam merencanakan rute perjalanan. Kedua layanan ini merupakan bagian dari upaya Polri dalam Operasi Ketupat 2026 yang berlangsung dari 13 hingga 25 Maret 2026.
Hotline 110 dan SMS Blast untuk Informasi Lalu Lintas Terkini
Hotline Polisi 110 dirancang untuk menjadi saluran komunikasi utama bagi pemudik yang menghadapi masalah keamanan di jalan. Jika masyarakat mengalami gangguan atau membutuhkan bantuan, cukup menghubungi nomor 110, dan petugas akan segera merespons untuk memberikan layanan di lapangan. Ini adalah langkah proaktif Polri untuk menjaga ketertiban dan keamanan selama arus mudik Lebaran.
Selain itu, Polri juga memanfaatkan teknologi SMS blast untuk menyebarkan informasi lalu lintas terbaru kepada para pemudik. Sistem ini akan secara otomatis mengirimkan pesan singkat berisi kondisi lalu lintas terkini, terutama saat terjadi kepadatan. Tujuannya adalah agar masyarakat dapat mengetahui informasi lebih awal dan bisa menentukan jalur alternatif yang akan dipilih.
Komjen Dedi Prasetyo menjelaskan bahwa informasi mengenai rekayasa lalu lintas diskresioner juga akan disampaikan melalui layanan SMS blast ini. Misalnya, dua jam sebelum penerapan sistem contraflow atau satu arah, pemudik akan menerima notifikasi. Informasi ini mencakup detail lokasi dan durasi penerapan, seperti dari kilometer 29 hingga kilometer 70 atau sampai Gerbang Tol Kalikangkung, memungkinkan pemudik untuk mempersiapkan diri.
Kesiapan Polri dalam Operasi Ketupat 2026
Wakapolri, bersama sejumlah pejabat Markas Besar Polri, telah melakukan pemantauan kondisi lalu lintas melalui udara sekitar pukul 10.00 waktu setempat. Dari hasil pemantauan tersebut, arus lalu lintas keluar Jakarta dilaporkan berjalan sangat lancar, meskipun terjadi peningkatan volume kendaraan. Situasi keamanan dan ketertiban masyarakat juga tetap kondusif, menunjukkan kesiapan Polri dalam mengamankan mudik.
Operasi Ketupat 2026 sendiri akan berlangsung selama 13 hari, dimulai dari tanggal 13 Maret hingga 25 Maret 2026. Operasi ini melibatkan total 161.243 personel gabungan dari berbagai unsur.
Untuk mendukung kelancaran dan keamanan selama periode mudik, Polri telah menyiapkan 2.746 posko di seluruh Indonesia. Posko-posko ini terdiri dari 1.624 pos pengamanan, 779 pos pelayanan, dan 343 pos terpadu. Posko-posko ini berfungsi sebagai pusat informasi dan layanan bagi masyarakat yang melakukan perjalanan mudik, memastikan setiap pemudik mendapatkan bantuan yang dibutuhkan.
Sumber: AntaraNews