Hebat! Tiga Tim ULM Lolos Final Lomba Inovasi Digital Mahasiswa (LIDM) 2025
Universitas Lambung Mangkurat (ULM) bangga mengumumkan tiga timnya berhasil lolos final LIDM 2025, ajang bergengsi inovasi digital mahasiswa. Simak inovasi menarik mereka!
Universitas Lambung Mangkurat (ULM) kembali menorehkan prestasi gemilang di kancah nasional. Tiga tim mahasiswa ULM berhasil melaju ke babak final Lomba Inovasi Digital Mahasiswa (LIDM) 2025. Ajang prestisius ini diselenggarakan oleh Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi.
Pencapaian membanggakan ini diumumkan langsung oleh Rektor ULM, Ahmad Alim Bahri, di Banjarmasin pada Minggu (23/11). Dua tim berasal dari Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP), sementara satu tim lainnya dari Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan (FKIK). Keberhasilan ini menunjukkan potensi besar mahasiswa ULM dalam pengembangan inovasi digital.
Ketiga tim yang akan berkompetisi di final nasional tersebut adalah Tim Ruhui Rahayu, Tim Batang Banyu Learning, dan Vida Team. Mereka akan mempresentasikan inovasi digitalnya di Universitas PGRI Adi Buana Surabaya. Final LIDM 2025 dijadwalkan berlangsung dari tanggal 1 hingga 4 Desember 2025.
Inovasi Microteaching Interaktif dari Tim Ruhui Rahayu
Tim Ruhui Rahayu, yang beranggotakan Ni’matul Aufa, Maulana Rizqi, Ratri Nur Kusuma Dewi, dan Mardhiyyah, berasal dari Program Studi PGSD. Mereka mengembangkan inovasi microteaching berbasis website interaktif. Inovasi ini dirancang khusus untuk pembelajaran rotasi dan revolusi bumi bagi siswa sekolah dasar.
Website interaktif tersebut didesain menarik menggunakan aplikasi Canva dan Google Slide. Pemilihan Google Slide didasarkan pada kemudahan akses serta penggunaannya yang praktis di kelas siswa SD. Pendekatan ini bertujuan untuk meningkatkan minat belajar siswa secara signifikan.
Inovasi digital ini tidak hanya mengintegrasikan model pembelajaran Problem Based Learning (PBL). Tim juga menggunakan model pembelajaran Team Games Tournament (TGM) dan Mind Mapping secara komprehensif. Kombinasi metode ini mendukung tercapainya pembelajaran kritis dan mandiri.
Hasil uji coba di SDN Sungai Miai 5 Banjarmasin menunjukkan dampak positif. Inovasi ini terbukti dapat mendukung tercapainya pembelajaran kritis dan mandiri bagi siswa. Hal ini sejalan dengan tujuan utama pengembangan alat pembelajaran digital mereka.
Model Pembelajaran Berbasis PBL dari Tim Batang Banyu Learning
Tim Batang Banyu Learning fokus pada pengembangan model pembelajaran berbasis Problem-Based Learning (PBL). Inovasi ini menjadi andalan mereka dalam bidang lomba Microteaching Digital Pendidikan (MDP) LIDM 2025. Model ini dirancang untuk mata pelajaran Informatika kelas IX SMP.
Keunikan inovasi ini terletak pada Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD) interaktif dalam format PDF. LKPD ini dapat langsung diketik oleh siswa, mempermudah pemahaman materi. Materi yang diangkat terutama terkait keamanan data dan informasi, sangat relevan di era digital.
Ketua Batang Banyu Learning, Dea Agustina, menyatakan bahwa inovasi ini telah diuji coba. "Inovasi ini telah diuji coba pada September 2025 di SMPN 4 Banjarmasin," ujarnya. Uji coba ini memberikan gambaran konkret efektivitas metode tersebut.
Para siswa menunjukkan antusiasme tinggi berkat variasi metode pembelajaran. Metode yang digunakan meliputi diskusi, kuis melalui Wayground, flipbook materi, hingga sistem pengumpulan tugas via Google Drive. Pendekatan ini membuat proses belajar menjadi lebih dinamis dan menarik.
Edukasi Kekerasan Seksual Digital melalui Video "Fatamorgana" oleh Vida Team
Vida Team hadir dengan gagasan inovatif berupa video pendidikan berjudul “Fatamorgana”. Video ini mengangkat isu sensitif mengenai kekerasan seksual di dunia digital. Konsep yang diusung dinilai berbeda dari video edukasi lainnya yang beredar.
Keistimewaan video "Fatamorgana" adalah edukasinya yang mendalam tentang pentingnya membersamai korban. Video ini juga menekankan untuk tidak melakukan diskriminasi terhadap korban. Pesan ini sangat krusial dalam upaya penanganan kasus kekerasan seksual.
Ketua Vida Team, Ibaldy Riyandu, menjelaskan tujuan di balik pembuatan video. "Video ini menjadi bentuk rangkulan kepada orang yang menjadi korban dari kekerasan seksual khususnya penyalahgunaan AI," katanya. Ini juga merupakan usaha untuk memberikan edukasi perihal tidak melakukan victim blaming.
Melalui video ini, Vida Team berharap dapat meningkatkan kesadaran masyarakat. Mereka ingin agar korban kekerasan seksual digital merasa didukung dan tidak disalahkan. Inovasi ini menunjukkan kepedulian sosial yang tinggi dari mahasiswa ULM.
Sumber: AntaraNews