Hasan Nasbi: Soliditas Kabinet Perlu Dijaga dalam Penanganan Bencana
Sempat ramai, Cak Imin telah meminta maaf atas pernyataannya tersebut. Hal itu dikatakan Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Juli Antoni.
Menteri Koordinator (Menko) Bidang Pemberdayaan Masyarakat (PM) Muhaimin Iskandar biasa disapa Cak Imin sempat menjadi sorotan. Usai pernyataannya yang meminta tiga menteri melakukan taubat nasuha imbas bencana banjir bandang dan tanah longsor di Sumatera.
Cak Imin pun menyurati ketiga menteri tersebut. Ketiga menteri yang dimaksud adalah Menteri ESDM Bahlil Lahadalia, Menteri Lingkungan Hidup (LH) Hanif Faisol, dan Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Juli Antoni.
Sempat ramai, Cak Imin telah meminta maaf atas pernyataannya tersebut. Hal itu dikatakan Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Juli Antoni.
"Soal tobat, tobat bareng-bareng kata Bu Alin. Saya Alhamdulillah sudah mendapat WA dari Gus Imin, beliau sampaikan minta maaf kepada saya. Mengatakan bahwa bukan itu maksudnya," kata Raja Juli, Jakarta, Kamis (4/12).
"Beliau secara gentle minta maaf. Dan saya kira saya terima maaf beliau, karena memang bukan itu maksud beliau, beliau mengatakan kepada saya," sambungnya.
Menurutnya, sesama menteri seharusnya saling kompak dan tidak saling mendeskreditkan satu sama lain.
"Dan sebagai sesama menteri, saya katakan kita harus kompak, enggak boleh lagi ada pernyataan-pernyataan yang justru saling mendiskreditkan kepada menteri kementerian yang lain" tegasnya.
Sementara itu, Mantan Kepala Komunikasi Kepresidenan, Hasan Nasbi mengatakan kesalahan seorang menteri tidak bisa dinilai hanya berdasarkan satu kejadian, melainkan harus dilihat dari akar permasalahan yang mungkin sudah berlangsung puluhan tahun.
"Kalau saya mau menggaris bawahi dua hal yang berhak memperingatkan anggota kabinet itu bossnya kabinet. Bosnya kabinet itu presiden. Hanya presiden yang bisa memberikan peringatan kepada anggota kabinet, baik itu secara tertutup maupun terbuka. Kalau sesama anggota kabinet itu di ruang tertutup," katanya pada akun instagramnya, Minggu (7/12).
Terlihat Tak Solid
Dia menegaskan, adu sindiran hanya membuat kabinet tampak tidak solid di mata publik. Padahal negara membutuhkan kekompakan dalam penanganan bencana.
"Ketika bukan Pak Purbaya yang menyenggol menteri lain, kelihatan enggak kalau kabinet jadi tidak solid? Kan berbalas-balasannya jadi tidak solid. Padahal kita justru sekarang lagi butuh solid-solidnya ini," ujarnya.
Salah Tangani Lingkungan
Hasan kemudian mengingatkan, kesalahan dalam penanganan lingkungan atau banjir tidak boleh langsung diarahkan kepada salah satu menteri. Apalagi menteri tersebut baru menjabat sekitar satu tahun.
"Ini bukan kesalahan satu orang dua orang, coba lihat dulu kesalahannya menteri yang bersangkutan? Gara-gara satu kejadian mereka baru jadi menteri satu tahun, bener enggak ini kesalahan mereka?" tegasnya.
"Apakah ini kesalahan kita sudah berpuluh-puluh tahun misalkan. Kita tarik 50 tahun, kita tarik 40 tahun, kita tarik 30 tahun, ini kan yang harus ditelusuri, bener enggak terjadi kesalahan di situ," tambah Hasan.