Gus Ipul Ungkap Hubungan Prabowo dan Gibran: Baik Sekali, Tak Ada Masalah
Kabar keretakan hubungan antara Prabowo dan Gibran pun disebutnya tidaklah benar.
Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf atau Gus Ipul membantah kabar keretakan hubungan antara Presiden Prabowo dengan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka. Menurutnya, kedua pemimpin negara itu dalam kondisi baik-baik saja.
“Baik, baik sekali, nggak ada masalah, saya nggak pernah dengar. Baik sekali,” tutur Gus Ipul di Istana Negara, Jakarta Pusat, Senin (5/5).
Gus Ipul mengatakan, momen rapat bersama Prabowo dan Gibran pun sering kali dilaksanakan. Termasuk saat membahas program Sekolah Rakyat.
“Buktinya kemarin saya juga ikut rapat ada wapres, waktu kita bahas Sekolah Rakyat ada wapres. Jadi kalau yang itu saya nggak pernah dengar,” jelas dia.
Kabar keretakan hubungan antara Prabowo dan Gibran pun disebutnya tidaklah benar. Hal itu dapat dilihat dari setiap kebersamaan ketika agenda publik, rapat, atau pun saat pembahasan program bersama para menteri.
“Karena kan justru presiden dan wapres banyak mengukuti setiap kegiatan. Jadi menurut saya sih nggak benar itu,” Gus Ipul menandaskan.
Purnawirawan TNI Minta Gibran Mundur
Forum Purnawirawan Prajurit TNI meminta MPR RI untuk mengganti Wakil Presiden (Wapres) Gibran Rakabuming Raka. Permintaan itu merupakan salah satu dari 8 tuntutan yang ditandatangani 103 jenderal, 73 laksamana, 65 marsekal, dan 91 kolonel.
Penasihat Khusus Presiden Bidang Politik dan Keamanan, Wiranto mengungkapkan sikap Presiden Prabowo Subianto soal 8 tuntutan Forum Purnawirawan Prajurit TNI.
Wiranto mengatakan, Prabowo menghormati dan memahami usulan-usulan disampaikan para purnawirawan TNI. Terlebih, Prabowo juga mantan prajurit TNI yang satu almamater dan perjuangan dengan para purnawirawan.
"Di sini tentunya presiden memang menghormati dan memahami pikiran-pikiran itu. Karena kita tahu beliau dan para purnawirawan satu almamater, satu perjuangan, satu pengabdian, dan tentu punya sikap moral yang sama, ya dengan jiwa saptamarga, ya, dan sumpah prajurit itu. Oleh karena itu, beliau memahami itu," kata Wiranto usai menghadap Prabowo di Istana Kepresidenan Jakarta, Kamis (24/4).
Wiranto mengatakan, Prabowo sebagai kepala negara tak bisa serta merta menjawab tuntutan-tuntutan para purnawirawan TNI itu. Sebab, usulan yang disampaikan bukanlah masalah ringan sehingga Prabowo harus mempelajari terlebih dahulu.
"Dalam negara yang menganut Trias Politika, ada pemisahan antara eksekutif, legislatif, dan yudikatif, tidak bisa saling mencampuri di situ. Maka usulan-usulan yang ya bukan bidangnya presiden, bukan domain presiden, tentu ya presiden tidak akan ya menjawab atau merespon itu," ujar Wiranto.