Gubernur NTB Pastikan Kualitas Porprov NTB XII 2026 Jadi Prioritas Utama
Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal menegaskan komitmen Pemprov untuk mengedepankan kualitas penyelenggaraan Porprov NTB XII 2026, meskipun di tengah efisiensi anggaran, demi pembinaan atlet daerah.
Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) berkomitmen penuh terhadap kualitas Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) XII NTB. Ajang ini akan berlangsung pada 16-25 Juli 2026. Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal menegaskan bahwa standar kompetisi tidak akan dikurangi, meskipun ada efisiensi anggaran.
Gubernur Iqbal menerima Ketua Umum Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) NTB Mori Hanafi dan jajarannya. Pertemuan tersebut membahas kesiapan Porprov XII di Kantor Gubernur NTB, Sabtu (27/6). Ini merupakan ajang multicabang olahraga empat tahunan terbesar di tingkat provinsi.
Gubernur mengapresiasi kerja keras KONI dan insan olahraga NTB dalam persiapan ini. Beliau menekankan Porprov adalah wadah pembinaan atlet. Ajang ini penting untuk mencari bibit unggul daerah di kancah nasional dan internasional.
Komitmen Pemprov NTB untuk Kualitas Porprov
Gubernur Lalu Muhamad Iqbal secara tegas menyatakan bahwa Pemprov NTB tidak akan berkompromi terhadap kualitas Porprov XII NTB. "Pemerintah Provinsi NTB berkomitmen tidak mengurangi standar kompetisi, jumlah cabang olahraga, maupun aspek teknis yang menjadi penentu suksesnya pesta olahraga terbesar di tingkat provinsi tersebut," kata Iqbal. Hal ini menunjukkan prioritas pada integritas dan mutu pertandingan yang akan diselenggarakan.
Untuk mengatasi kebutuhan anggaran, Gubernur Iqbal meminta KONI NTB untuk menyampaikan rincian kebutuhan anggaran secara transparan. "Silakan kebutuhan anggarannya disampaikan. Dalam satu atau dua hari ke depan kami akan membedah kemampuan fiskal pemerintah provinsi dan berkoordinasi dengan para bupati serta wali kota untuk mencari solusi terbaik," ujarnya. Langkah ini menunjukkan pendekatan kolaboratif dalam memastikan ketersediaan dana.
Evaluasi anggaran akan difokuskan pada efisiensi di pos-pos yang tidak esensial, namun tanpa mengorbankan jalannya kompetisi. Gubernur menekankan, "Kita akan melihat ruang-ruang efisiensi yang memungkinkan. Tetapi yang terpenting, efisiensi itu tidak boleh mengurangi jumlah cabang olahraga yang dipertandingkan ataupun aspek-aspek wajib yang menjadi syarat utama terselenggaranya pertandingan yang berkualitas." Ini menegaskan bahwa efisiensi bukan berarti pengurangan kualitas.
Tantangan Anggaran dan Optimisme KONI NTB
Di sisi lain, Ketua Umum KONI NTB Mori Hanafi mengakui bahwa perhelatan Porprov NTB masih menghadapi kekurangan anggaran. Total anggaran ideal yang dibutuhkan untuk pelaksanaan Porprov adalah Rp13,5 miliar. Namun, saat ini baru tersedia Rp8,8 miliar, sehingga masih dibutuhkan tambahan sebesar Rp4,7 miliar lebih.
"Jadi itu angka ideal yang kita butuhkan untuk Porprov. Kalau dihitung-hitung paling besar itu untuk penyiapan akomodasi, kemudian pengeluaran anggaran untuk membiayai cabang olahraga," jelas Mori. Kebutuhan terbesar memang terletak pada aspek logistik dan operasional cabang olahraga yang akan dipertandingkan.
Meskipun demikian, Mori Hanafi tetap optimistis bahwa kekurangan anggaran tersebut akan dapat dipenuhi sebelum Porprov dimulai pada 16 Juli mendatang. Optimisme ini didasari oleh adanya dukungan anggaran yang diharapkan dari berbagai sponsor. Dengan demikian, KONI NTB yakin bahwa kendala finansial tidak akan menghambat suksesnya penyelenggaraan Porprov.
Skala dan Penyelenggaraan Porprov NTB 2026
Porprov XII NTB akan menjadi ajang yang sangat besar, melibatkan total 6.041 peserta. Jumlah ini terdiri dari 4.909 atlet dan 1.132 ofisial yang berasal dari 10 kabupaten/kota di seluruh NTB. Mereka akan berkompetisi dalam 51 cabang olahraga dan 758 nomor pertandingan, menunjukkan skala kompetisi yang luas dan beragam.
Penyelenggaraan Porprov kali ini akan mengadopsi sistem klaster, mirip dengan standar pelaksanaan Pekan Olahraga Nasional (PON). Kota Mataram akan berperan sebagai pusat utama pertandingan, menampung 32 cabang olahraga. Selain itu, sejumlah daerah penyangga juga akan turut serta menjadi lokasi pertandingan.
Daerah-daerah penyangga tersebut meliputi Lombok Barat, Lombok Tengah, Lombok Timur, Kabupaten Lombok Utara, dan Kabupaten Sumbawa Barat. Pendekatan klaster ini diharapkan dapat memaksimalkan efisiensi dan kualitas penyelenggaraan, sekaligus memberikan pengalaman kompetisi yang optimal bagi para atlet.
Sumber: AntaraNews