KONI NTB Pastikan 4.900 Atlet Siap Berlaga di Porprov NTB 2026, Targetkan Sukses PON 2028

Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) NTB 2026 akan diikuti 4.900 atlet, meningkat signifikan dari tahun sebelumnya, sebagai bagian persiapan NTB menuju tuan rumah PON 2028.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
KONI NTB Pastikan 4.900 Atlet Siap Berlaga di Porprov NTB 2026, Targetkan Sukses PON 2028
Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) NTB 2026 akan diikuti 4.900 atlet, meningkat signifikan dari tahun sebelumnya, sebagai bagian persiapan NTB menuju tuan rumah PON 2028. (AntaraNews)

Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) mengumumkan kesiapan 4.900 atlet untuk berpartisipasi dalam Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) NTB 2026. Ajang olahraga bergengsi ini akan berlangsung di Kota Mataram mulai tanggal 16 hingga 25 Juli 2026. Peningkatan jumlah peserta ini menunjukkan antusiasme tinggi dari para atlet daerah.

Ketua KONI NTB, Mori Hanafi, menyatakan bahwa Porprov kali ini dirancang sebagai bagian integral dari persiapan NTB sebagai tuan rumah Pekan Olahraga Nasional (PON) 2028. Total partisipan, termasuk ofisial, diperkirakan mencapai sekitar 6.100 orang. Angka ini menandai penambahan lebih dari 1.300 orang dibandingkan pelaksanaan Porprov tahun 2023.

Meski menghadapi tantangan anggaran yang belum memadai, KONI NTB tetap optimistis dapat menyelenggarakan Porprov 2026 dengan sukses. Mereka berharap dukungan dari berbagai pihak, termasuk sponsor, untuk menutupi kekurangan dana yang dibutuhkan. Persiapan matang terus dilakukan demi kelancaran dan keberhasilan acara.

Jumlah atlet yang akan berlaga di Porprov NTB 2026 mengalami peningkatan signifikan dibandingkan edisi sebelumnya. Mori Hanafi menyebutkan bahwa penambahan ini merupakan bagian dari desain strategis KONI dalam mempersiapkan NTB sebagai tuan rumah PON 2028. Pemetaan atlet berbakat telah dilakukan untuk memaksimalkan potensi daerah.

Porprov menjadi ajang penting untuk mengidentifikasi dan mengasah talenta-talenta olahraga lokal. Dengan partisipasi yang lebih besar, diharapkan muncul bibit-bibit unggul yang mampu mengharumkan nama NTB di kancah nasional. Fokus utama adalah pembinaan jangka panjang demi prestasi berkelanjutan.

KONI NTB berkomitmen penuh untuk menjadikan Porprov 2026 sebagai batu loncatan menuju kesuksesan PON 2028. Setiap pertandingan dan setiap atlet yang bertanding di Porprov ini menjadi bagian dari visi besar tersebut. Seluruh persiapan diarahkan untuk mencapai tujuan mulia ini.

Isu mutasi atlet seringkali menjadi kendala dalam ajang olahraga daerah, namun KONI NTB menegaskan tidak ada persoalan berarti terkait hal ini. Pembahasan mendalam mengenai penyelesaian isu mutasi dan verifikasi atlet telah dilakukan. Sebagian besar isu strategis berhasil dituntaskan dengan baik.

Mori Hanafi menjelaskan bahwa atlet dengan Kartu Tanda Penduduk (KTP) luar daerah namun telah lama tinggal di NTB tetap dapat diterima. Syaratnya, mereka harus memiliki surat keterangan kerja yang sah, seperti dari institusi tentara, polisi, atau perusahaan swasta. Kebijakan ini memastikan keadilan dan kesempatan bagi semua atlet yang berhak.

Transparansi dalam proses verifikasi menjadi prioritas utama KONI NTB. Hal ini bertujuan untuk menghindari potensi kecurangan dan memastikan setiap atlet yang berlaga adalah representasi sah dari daerahnya. Keberhasilan penyelesaian isu mutasi ini menjadi modal penting bagi kelancaran Porprov.

Salah satu perhatian utama dalam persiapan Porprov NTB 2026 adalah ketersediaan anggaran yang belum memadai. Mori Hanafi mengungkapkan bahwa anggaran ideal yang dibutuhkan untuk pelaksanaan Porprov mencapai Rp13,5 miliar. Namun, dana yang tersedia saat ini baru sebesar Rp8,8 miliar.

Dari total anggaran yang ada, sekitar Rp4,4 miliar disalurkan langsung untuk cabang-cabang olahraga. Pengeluaran terbesar, lebih dari Rp6 miliar, dialokasikan untuk akomodasi atlet, ofisial, serta 600 hakim, wasit, dan juri. Ini menunjukkan komitmen KONI terhadap kenyamanan dan kelancaran jalannya pertandingan.

Beberapa cabang olahraga, seperti balap motor dan aeromodeling, memerlukan biaya operasional yang besar. Mori menjelaskan bahwa aeromodeling membutuhkan lebih dari Rp400 juta karena biaya mobilisasi pesawat yang tinggi, namun tetap diprioritaskan karena termasuk dalam PON dan akan dipertandingkan di NTB. KONI NTB optimistis kekurangan anggaran sekitar Rp5 miliar dapat dipenuhi melalui bantuan kabupaten/kota dan sponsor.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi