Mataram, Nusa Tenggara Barat – Seluruh jamaah haji Embarkasi Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB), yang tergabung dalam kloter 15 atau kloter terakhir, telah tiba kembali di tanah air. Kedatangan rombongan ini menandai berakhirnya seluruh rangkaian pemberangkatan dan pemulangan ibadah haji melalui Embarkasi Lombok pada Musim Haji 2026.
Kepala Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah (Kanwil Kemenhaj) NTB, Lalu Muhamad Amin, menyatakan bahwa proses pemulangan berjalan lancar. Ia juga memastikan bahwa mayoritas jamaah tiba di daerah asal dalam kondisi sehat dan bahagia.
Total sebanyak 5.864 jamaah haji dari NTB telah kembali ke Indonesia setelah menunaikan ibadah di Tanah Suci. Mereka semua telah diserahterimakan kepada pemerintah daerah masing-masing untuk selanjutnya berkumpul kembali dengan keluarga.
Advertisement
Advertisement
Kloter 15 merupakan kloter gabungan yang membawa sekitar 365 orang jamaah haji dari berbagai wilayah di NTB. Wilayah tersebut meliputi Lombok Timur, Lombok Tengah, Lombok Barat, Kota Bima, Kabupaten Bima, dan Kabupaten Dompu.
Dengan kedatangan kloter terakhir ini, jumlah total jamaah haji NTB yang diberangkatkan dan dipulangkan melalui Embarkasi Lombok pada Musim Haji 2026 mencapai 5.864 orang. Angka ini mencakup seluruh jamaah dari kloter 1 hingga kloter 15.
Lalu Amin menjelaskan bahwa setelah tiba di tanah air, seluruh jamaah haji diserahterimakan kepada perwakilan pemerintah daerah dan kota masing-masing. Proses ini memastikan bahwa jamaah dapat segera bertemu kembali dengan keluarga mereka.
Advertisement
Advertisement
Meskipun sebagian besar jamaah telah kembali, terdapat empat jamaah haji asal NTB yang masih menjalani perawatan di Arab Saudi. Salah satunya berasal dari Kloter 15 yang belum dapat dipulangkan karena dinyatakan tidak layak terbang akibat kondisi kesehatannya.
Pihak Kanwil Kemenhaj NTB terus memantau perkembangan kondisi kesehatan ketiga jamaah lainnya yang masih dirawat. Jika kondisi mereka membaik dan memungkinkan untuk dipulangkan, pemerintah akan menjemput mereka di Jakarta melalui skema tanazul bersama jamaah dari provinsi lain.
Upaya pemantauan ini merupakan bagian dari komitmen pemerintah untuk memastikan seluruh jamaah mendapatkan penanganan terbaik. Kesehatan dan keselamatan jamaah menjadi prioritas utama hingga mereka kembali ke tanah air.
Advertisement
Advertisement
Selama penyelenggaraan ibadah haji 2026, jumlah jamaah haji NTB yang wafat tercatat sebanyak 12 orang. Sebelas di antaranya meninggal dunia di Tanah Suci, sementara satu orang meninggal di Tanah Air setelah sempat menjalani perawatan di RSUP NTB.
Lalu Amin memastikan bahwa seluruh tahapan penyelenggaraan haji, mulai dari pemberangkatan hingga pemulangan, berjalan dengan lancar, aman, dan terkendali. Ia juga mengungkapkan harapannya agar seluruh jamaah haji NTB memperoleh predikat haji yang mabrur dan makbul.
Kelancaran proses ini mencerminkan koordinasi yang baik antara berbagai pihak terkait. Hal ini juga menunjukkan dedikasi dalam memberikan pelayanan terbaik bagi para tamu Allah.
Advertisement
Sumber: AntaraNews