Gubernur Babel dan Ojol Bersatu Tolak Kekerasan, Ini Trivia Tragedi yang Melatarinya
Gubernur Babel bersama Persatuan Ojol Babel mendeklarasikan Penolakan Kekerasan Ojol Babel, menyusul insiden tragis di Jakarta. Apa langkah konkret yang diambil untuk menjaga ketertiban?
Pangkalpinang – Gubernur Kepulauan Bangka Belitung, Hidayat Arsani, bersama Persatuan Ojek Online (Ojol) Babel mendeklarasikan penolakan tindak kekerasan. Deklarasi ini bertujuan menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) di wilayah tersebut agar tetap kondusif.
Langkah penting ini diambil menyusul insiden tragis yang menimpa seorang driver Ojol di Jakarta beberapa waktu lalu. Wafatnya driver Ojol Affan Kurniawan yang tertabrak kendaraan taktis Brimob memicu kondisi tidak kondusif. Hal ini termasuk perusakan fasilitas umum dan penjarahan di ibu kota.
Dalam pertemuan di Pangkalpinang, Minggu, Gubernur Hidayat Arsani menyampaikan dukacita mendalam. Beliau juga menyerukan dukungan para driver Ojol agar mereka bersama mencegah tindakan anarki seperti perusakan atau penjarahan di Bangka Belitung.
Menjaga Kondusivitas Pasca Tragedi Jakarta
Deklarasi penolakan kekerasan ini merupakan respons cepat pemerintah daerah dan komunitas Ojol terhadap potensi dampak negatif dari insiden di Jakarta. Wafatnya Affan Kurniawan, driver Ojol yang tertabrak kendaraan taktis Brimob pada Kamis (28/8/2025) di Jakarta Pusat, memicu gelombang aksi protes yang berujung pada kerusuhan.
Gubernur Hidayat Arsani menekankan pentingnya menjaga situasi kondusif di Bangka Belitung. Menurutnya, stabilitas keamanan adalah kunci utama bagi kelancaran seluruh aktivitas masyarakat, termasuk roda perekonomian. Lingkungan yang aman juga akan menarik investasi dan mendorong pertumbuhan daerah.
Beliau mengajak seluruh elemen masyarakat, khususnya para driver Ojol, untuk tidak terprovokasi dan tetap menjaga kedamaian. "Mari kita bersama-sama menjaga situasi kondusif yang selama ini terjaga dengan baik, untuk kemajuan kita bersama," ujar Hidayat Arsani, menegaskan komitmen bersama dalam Penolakan Kekerasan Ojol Babel.
Jaminan Kesehatan dan Perlindungan Bagi Driver Ojol
Selain fokus pada keamanan, Gubernur Kepulauan Babel juga menyoroti kesejahteraan para driver Ojol. Di hadapan pengurus Persatuan Ojol Babel, Hidayat Arsani menyampaikan rencana pemerintah provinsi untuk memberikan jaminan kesehatan melalui BPJS Kesehatan bagi para driver Ojol di Bangka Belitung.
Inisiatif ini bertujuan untuk memberikan rasa aman dan tenang bagi para pekerja transportasi daring dalam menjalankan tugasnya. Dengan adanya jaminan kesehatan, mereka tidak perlu khawatir berlebihan mengenai biaya pengobatan jika terjadi hal yang tidak diinginkan saat bekerja.
"Dengan adanya jaminan kesehatan, para driver ojol bisa lebih tenang dalam bekerja untuk memenuhi kebutuhan keluarga," jelas Gubernur. Beliau menambahkan bahwa di balik jaket dan helm hijau para Ojol, terdapat pejuang keluarga yang layak mendapatkan perhatian dan perlindungan penuh dari pemerintah.
Langkah ini menunjukkan komitmen pemerintah daerah dalam mendukung profesi Ojol sebagai bagian integral dari perekonomian lokal dan penyedia layanan penting bagi masyarakat. Perlindungan ini diharapkan dapat meningkatkan motivasi dan produktivitas para driver, sekaligus memperkuat hubungan baik antara pemerintah, masyarakat, dan komunitas Ojol di Bangka Belitung dalam menjaga kamtibmas dan kesejahteraan bersama.
Sumber: AntaraNews