Gempa M 4,5 Guncang Malang, Penyebabnya Sesar Dalam Lempeng Eurasia
Hingga pukul 08.29 WIB, hasil monitoring BMKG menunjukkan belum ada aktivitas gempa bumi susulan (aftershock).
Gempa bumi tektonik dengan magnitudo 4,5 mengguncang Kabupaten Malang, Jawa Timur, hari ini Minggu (16/3) pukul 08.15 WIB.
Direktur Pusat Gempa Bumi dan Tsunami Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG), Daryono mengatakan, gempa ini memiliki parameter dengan magnitudo M4,5.
Episenter gempa bumi terletak pada koordinat 8.81° LS; 112.50° BT tepatnya di laut pada jarak 75 km arah Barat Daya Kabupaten Malang, dengan kedalaman 39 Km.
“Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempa bumi yang terjadi merupakan jenis dangkal akibat adanya penyesaran dalam Lempeng Eurasia (intraplate earthquake),” kata Daryono, Minggu (16/3).
Guncangan Terasa hingga Trenggalek dan Blitar
Daryono menyebut, guncangan gempa bumi ini dirasakan di daerah Karangkates dan Trenggalek dengan skala III MMI. Getaran dirasakan seperti truk yang melintas.
Getaran juga dirasakan di Malang, Lumajang, dan Blitar dengan skala II MMI. Getaran dirasakan sedikit orang, benda-benda ringan yang digantung bergoyang.
“Hingga saat ini, belum ada laporan dampak kerusakan yang ditimbulkan akibat gempa bumi tersebut,” ucap Daryono.
Hingga pukul 08.29 WIB, lanjut Daryono, hasil monitoring BMKG menunjukkan belum ada aktivitas gempa bumi susulan (aftershock).