FOTO: Pedagang Musiman Terompet Mengais Rezeki di Pergantian Tahun
Suasana pergantian tahun di kawasan Glodok kembali diwarnai aktivitas pedagang terompet yang menjaga tradisi tahunan di tengah dinamika pasar.
Di tengah hiruk-pikuk kawasan Glodok, Jakarta Barat, suara terompet kembali menandai datangnya pergantian tahun. Di salah satu sudut pasar yang padat aktivitas, Feri yang tinggal di Sukatani Bekasi setia menggelar lapak terompet, sebuah rutinitas tahunan yang telah ia jalani sejak era Presiden Soeharto.
Bagi Feri, berdagang terompet bukan semata urusan ekonomi, melainkan tradisi yang terus ia rawat dari tahun ke tahun.Setiap hari, sejak pukul 08.00 WIB hingga menjelang tengah malam, Feri melayani pembeli yang datang silih berganti. Terompet-terompet berwarna cerah tersusun rapi di lapaknya, menarik perhatian warga yang melintas dan ingin meramaikan malam pergantian tahun.
Meski usaha ini bersifat musiman dan hanya berlangsung sekali dalam setahun, persiapannya dilakukan dengan serius. Pada tahun ini, sekitar 350 unit terompet dikirimkan langsung sesuai dengan pesanan. Model yang dijual pun selalu diperbarui mengikuti tren dan selera pasar. Harga terompet bervariasi, mulai dari Rp10.000 hingga Rp25.000 per unit.
Sebagian besar pembeli merupakan warga sekitar yang melintas, namun pembelian dalam jumlah besar juga kerap terjadi. Untuk pembelian borongan, Feri biasanya memberikan potongan harga sebagai bagian dari strategi berdagang.Namun, kondisi penjualan tidak selalu berjalan sesuai harapan. Feri mengungkapkan bahwa penjualan tahun ini terasa lebih sepi dibandingkan tahun sebelumnya. Meski demikian, ia memandang situasi tersebut sebagai dinamika pasar yang sudah menjadi bagian dari perjalanan panjangnya sebagai pedagang musiman.
Di balik kesibukan melayani pembeli dan tumpukan terompet yang memenuhi lapak, Feri menyimpan harapan sederhana. Ia berharap seluruh dagangannya dapat terjual dan memberikan keuntungan yang cukup. Lebih dari itu, ia berharap dapat kembali ke rumah dengan keadaan sehat dan selamat setelah menjalani hari-hari panjang berjualan di tengah keramaian pergantian tahun.