FOTO: Jakarta Krisis Makam, Warga Terpaksa Gunakan Sistem Tumpang
Krisis lahan pemakaman yang semakin mengkhawatirkan di Ibu Kota.
Petugas Suku Dinas Pertamanan dan Hutan Jakarta Selatan tampak menyiapkan lubang makam di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Tanah Kusir, Rabu (5/11/2025). Pemandangan itu menjadi gambaran nyata krisis lahan pemakaman yang semakin mengkhawatirkan di Ibu Kota.
Dari total 80 TPU yang tersebar di lima wilayah Jakarta, sebanyak 69 di antaranya sudah penuh terisi. Kondisi paling parah terjadi di wilayah Jakarta Selatan. Dari 18 TPU yang ada, 17 di antaranya tidak lagi menerima jenazah baru untuk makam tunggal. TPU besar seperti Tanah Kusir, Menteng Pulo, Jeruk Perut, Kebagusan, hingga Tanjung Barat kini beroperasi di ambang batas kapasitas, bahkan sebagian telah benar-benar penuh.
Kondisi serupa juga melanda wilayah lain. Di Jakarta Barat, 11 dari 13 TPU telah kehabisan lahan. Sementara di Jakarta Utara, delapan dari sepuluh TPU sudah penuh, satu masih memiliki sedikit ruang, dan satu lainnya belum siap digunakan. Di Jakarta Pusat, hampir seluruh TPU dilaporkan tidak lagi memiliki lahan kosong untuk pemakaman baru.
Pemerintah Provinsi DKI Jakarta kini berpacu dengan waktu mencari solusi jangka panjang atas persoalan ini. Salah satu langkah darurat yang ditempuh adalah penerapan sistem makam tumpang, yakni menumpuk jenazah dalam satu liang lahat yang sama. Sistem ini hanya berlaku bagi keluarga atau ahli waris yang telah memiliki makam keluarga di TPU tersebut.
Selain itu, Pemprov DKI juga tengah mengkaji kemungkinan mengalihfungsikan lahan pemakaman khusus COVID-19 menjadi pemakaman umum. Langkah ini diharapkan dapat sedikit meredakan tekanan terhadap keterbatasan lahan pemakaman di wilayah Jakarta yang semakin padat.