Jaktim Cari Rusun Terdekat untuk Relokasi Warga TPU Kebon Nanas, Ini Alasannya

Pemerintah Kota Jakarta Timur berupaya mencari rusun terdekat untuk relokasi warga dari TPU Kebon Nanas. Warga mengeluhkan lokasi rusun yang ditawarkan terlalu jauh.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Jaktim Cari Rusun Terdekat untuk Relokasi Warga TPU Kebon Nanas, Ini Alasannya
Pemerintah Kota Jakarta Timur berupaya mencari rusun terdekat untuk relokasi warga dari TPU Kebon Nanas. Warga mengeluhkan lokasi rusun yang ditawarkan terlalu jauh. (AntaraNews)

Pemerintah Kota Jakarta Timur (Pemkot Jaktim) tengah berupaya keras menemukan solusi hunian alternatif bagi ratusan kepala keluarga. Mereka adalah warga yang akan direlokasi dari area Tempat Pemakaman Umum (TPU) Kebon Nanas, Cipinang Besar Selatan, Jatinegara. Prioritas utama adalah mencari rumah susun (rusun) yang lokasinya paling dekat dengan tempat tinggal mereka saat ini.

Wali Kota Jakarta Timur, Munjirin, menyatakan komitmennya untuk mengakomodasi keinginan warga. Relokasi ini diperlukan karena lahan permukiman di TPU tersebut akan dikembalikan fungsinya sebagai petak makam. Proses penataan ini menjadi krusial mengingat krisis lahan pemakaman yang terus meningkat di ibu kota.

Sejumlah warga telah menyuarakan keluhan terkait tawaran relokasi ke Rusunawa Pulo Jahe dan Rawa Bebek. Mereka menilai lokasi rusun tersebut terlalu jauh dari pusat aktivitas sehari-hari mereka. Keluhan ini menjadi perhatian serius bagi Pemkot Jaktim dalam mencari opsi terbaik.

Upaya Pemkot Jaktim Mencari Solusi Hunian

Wali Kota Munjirin menegaskan bahwa pihaknya terus berupaya maksimal mencari rusun yang paling dekat dengan lokasi TPU Kebon Nanas. Hal ini dilakukan untuk memastikan proses relokasi warga berjalan lancar tanpa memberatkan. "Kita berusaha semaksimal mungkin untuk mencari rusun yang paling dekat dengan lokasi tersebut," kata Munjirin.

Meskipun pemerintah daerah telah menyiapkan beberapa pilihan rusun, keluhan muncul karena jarak yang dianggap terlalu jauh. Rusunawa Pulo Jahe dan Rawa Bebek, yang semula diusulkan, dinilai tidak ideal bagi warga. Faktor jarak ini sangat mempengaruhi akses warga ke tempat kerja dan sekolah anak-anak mereka.

Munjirin memastikan bahwa penataan lahan TPU akan terus berjalan, namun dengan mempertimbangkan kebutuhan warga. Kepentingan publik yang lebih luas, terutama terkait kebutuhan lahan pemakaman di Jakarta, juga menjadi fokus utama. Pemerintah bertekad menemukan titik temu antara kebutuhan warga dan kepentingan umum.

Harapan Warga Akan Rusun Terdekat

Warga yang bermukim di TPU Kebon Nanas sangat berharap dapat direlokasi ke rusun yang tidak jauh dari tempat tinggal mereka saat ini. Ketua RW 05 Cipinang Besar Selatan, Hesti Raharjo, menyampaikan aspirasi ini. "Warga meminta direlokasi ke rusun terdekat. Apabila terjadi relokasi warga pasti minta di rusun yang tidak terlalu jauh," ujar Hesti.

Kekhawatiran utama warga adalah dampak relokasi terhadap mobilitas sehari-hari mereka. Jarak yang jauh akan menyulitkan akses ke tempat kerja, sekolah, atau kampus. Rusunawa Pulo Jahe dan Rawa Bebek dinilai jauh dari wilayah Kecamatan Jatinegara, tempat sebagian besar aktivitas warga terpusat.

Hesti menambahkan bahwa Pemkot Jakarta Timur memang telah menyatakan akan membantu proses pemindahan sekolah anak-anak. Namun, nasib warga yang memiliki pekerjaan di sekitar Jatinegara jika harus pindah ke Cakung masih menjadi pertanyaan. Ini menunjukkan kompleksitas tantangan dalam proses relokasi ini.

Krisis Lahan Makam dan Penataan TPU

Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta memiliki rencana untuk mengembalikan fungsi lahan di TPU Kebon Nanas dan TPU Kober Rawa Bunga. Lahan yang selama puluhan tahun digunakan sebagai permukiman warga ini akan dimanfaatkan untuk membuka petak makam baru. Langkah ini diharapkan dapat mengatasi krisis lahan makam di ibu kota yang semakin mendesak.

Penertiban permukiman warga ini menjadi penting mengingat 69 TPU yang merupakan aset Dinas Pertamanan dan Hutan Kota (Tamhut) DKI Jakarta sudah penuh. Sebagian besar TPU tersebut hanya dapat melayani pemakaman dengan metode tumpang. Oleh karena itu, perluasan lahan makam menjadi prioritas.

Berdasarkan data awal, tercatat ada 280 Kepala Keluarga (KK) atau sekitar 517 jiwa yang mendirikan bangunan di lahan TPU Kebon Nanas dan TPU Kober Rawa Bunga. Proses relokasi ini melibatkan jumlah warga yang signifikan. Pemkot Jaktim berupaya keras agar penataan ini dapat berjalan adil dan manusiawi bagi semua pihak.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi