PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) menegaskan komitmennya dalam mendukung Program 3 Juta Rumah yang dicanangkan pemerintah. Melalui skema Kredit Pemilikan Rumah (KPR) Subsidi, BTN berupaya membantu masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) untuk memiliki hunian layak dengan pembiayaan terjangkau.
BTN juga memperluas jangkauan KPR Subsidi bagi pekerja sektor informal, seperti pedagang kecil, pengusaha mikro, dan pengemudi ojek online, yang kini mencakup 10% dari total penerima manfaat. Langkah ini merupakan bagian dari strategi BTN dalam memperkuat inklusi perumahan dan akses keuangan.
Dalam rapat terbatas di Istana Merdeka pada 15 Januari 2025, Direktur Utama BTN, Nixon Napitupulu, mengusulkan sejumlah langkah strategis guna merealisasikan target pembangunan 3 juta rumah. Usulan utama adalah perubahan skema subsidi serta perpanjangan tenor KPR hingga 30 tahun.
BTN juga merencanakan penerbitan obligasi dengan dukungan penjaminan pemerintah untuk memperoleh kupon bunga lebih rendah dan pendanaan besar dari pasar internasional.
Selain itu, BTN mengajukan sekuritisasi aset KPR FLPP guna menarik investasi dari dalam dan luar negeri, sehingga memperkuat ekosistem pembiayaan perumahan di Indonesia.
Rencana perpanjangan tenor KPR subsidi hingga 40 tahun menjadi inovasi signifikan untuk mendukung kepemilikan rumah bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) di Indonesia.
PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) telah sukses menyalurkan Kredit Pemilikan Rumah (KPR) subsidi untuk 6 juta unit rumah bagi masyarakat desil 3, sementara Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) tengah mengkaji skema KPR tenor 40 tahu
PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) menegaskan dukungan penuh terhadap program Presiden Prabowo Subianto dalam penyediaan 3 juta rumah, bertujuan meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan menggerakkan ekonomi nasional. Program BTN Dukung Program 3
Kementerian PUPR siapkan kebijakan perpanjangan tenor rumah subsidi hingga 30 tahun, sebuah langkah strategis pemerintah untuk meringankan cicilan dan memperluas akses kepemilikan hunian bagi masyarakat.
PT Bank Tabungan Negara Persero Tbk menargetkan penyaluran 210.000 unit KPR subsidi sepanjang 2026 guna memperluas akses kepemilikan rumah bagi masyarakat.
Tim Penyidik Kejari Karawang geledah dan segel kantor PT BAS di Bekasi. Tindakan ini terkait dugaan korupsi kredit pemilikan rumah BTN di Karawang yang ditaksir merugikan negara ratusan miliar rupiah, memicu pertanyaan lebih lanjut.
Hingga April 2026, laba operasional konsolidasi tercatat sebesar Rp1,87 triliun atau tumbuh 47,66 persen yoy dibandingkan April 2025 sebesar Rp1,27 triliun.
Race director BTN Jakim 2025, Satrio Gurdian menyampaikan rasa bangga karena banyaknya pelari-pelari hebat nasional maupun internasional bisa terlibat.