FKUB Sulteng Bertekad Jadikan Kerukunan di Sulawesi Tengah Rujukan Nasional
Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Sulawesi Tengah bertekad menjadikan provinsi ini sebagai rujukan nasional dalam hal kerukunan di Sulawesi Tengah, dengan target indeks toleransi yang lebih tinggi dan membersihkan stigma negatif.
Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Sulawesi Tengah menyatakan komitmennya untuk menjadikan provinsi tersebut sebagai rujukan kerukunan di Indonesia. Pernyataan ini disampaikan oleh Ketua FKUB Sulteng, Zainal Abidin, di Palu pada Jumat (23/1). Visi besar ini bertujuan untuk menempatkan Sulawesi Tengah sebagai daerah dengan tingkat toleransi yang tinggi.
Zainal Abidin menegaskan bahwa Sulawesi Tengah akan menjadi pusat moderasi beragama. Pihaknya menargetkan indeks kerukunan dan toleransi yang signifikan. Upaya ini diharapkan dapat membersihkan stigma negatif yang mungkin pernah melekat pada provinsi tersebut.
Untuk mencapai tujuan ambisius ini, FKUB Sulteng menggencarkan kolaborasi lintas sektor. Kemitraan strategis akan dijalin dengan pemerintah daerah, Kementerian Agama, serta berbagai organisasi keagamaan. Seluruh umat beragama di Sulawesi Tengah juga diajak berpartisipasi aktif dalam inisiatif ini.
Visi dan Target Peningkatan Indeks Kerukunan di Sulawesi Tengah
FKUB Sulawesi Tengah memiliki visi yang jelas untuk menjadikan provinsi ini pusat moderasi beragama. Ketua FKUB Sulteng, Zainal Abidin, mengungkapkan bahwa mereka menargetkan indeks kerukunan dan toleransi yang tinggi. Visi ini didasari pada potensi besar yang dimiliki Sulawesi Tengah.
Berdasarkan data internal FKUB setempat, indeks kerukunan di Sulawesi Tengah saat ini masuk dalam 10 besar nasional. Namun, Zainal Abidin mengakui bahwa di tingkat kabupaten/kota, indeks tersebut masih berada di angka 60 persen. Hal ini menunjukkan adanya ruang untuk perbaikan dan peningkatan.
FKUB Sulteng menargetkan peningkatan indeks kerukunan hingga mencapai 70 sampai 80 persen di masa mendatang. Target ambisius ini akan diwujudkan melalui berbagai program kerja yang telah disusun secara matang. Peningkatan ini diharapkan dapat memperkuat citra positif Sulawesi Tengah.
Zainal Abidin optimis bahwa mewujudkan Sulawesi Tengah menjadi daerah rujukan kerukunan bukanlah hal yang mustahil. Dengan posisi saat ini yang sudah masuk 10 besar nasional, peluang untuk mencapai visi tersebut sangat terbuka lebar. Kolaborasi menjadi kunci utama dalam mencapai target ini.
Strategi Kolaborasi untuk Memperkuat Kerukunan di Sulawesi Tengah
Kolaborasi menjadi pilar utama strategi FKUB Sulawesi Tengah dalam mencapai visinya. Kemitraan yang erat akan dibangun dengan pemerintah daerah di tingkat provinsi, kabupaten, dan kota. Selain itu, Kementerian Agama juga menjadi mitra penting dalam upaya ini.
Organisasi keagamaan dan seluruh umat beragama di Sulawesi Tengah juga dilibatkan secara aktif. Zainal Abidin menekankan pentingnya sinergitas lintas sektor untuk membangun kohesivitas sosial. Hal ini bertujuan untuk membersihkan anggapan kurang baik yang mungkin dilekatkan pada Sulawesi Tengah.
Kerja-kerja merawat kerukunan dan moderasi beragama menjadi salah satu strategi utama. Ini dilakukan untuk mewujudkan masyarakat majemuk yang cinta terhadap kedamaian. Efisiensi anggaran bukan menjadi hambatan, melainkan mendorong inovasi melalui program kemitraan.
Zainal Abidin, yang juga Rais Syuriyah PBNU, menyebutkan bahwa pihaknya melakukan program kemitraan. Pola kerja sama dengan berbagai pihak lain menjadi solusi untuk mengampanyekan toleransi dan moderasi beragama. Pendekatan ini memastikan keberlanjutan program meskipun dengan keterbatasan anggaran.
Menerapkan Empat Pilar Moderasi untuk Kerukunan di Sulawesi Tengah
FKUB Sulawesi Tengah mengadopsi empat pilar moderasi sebagai model pendekatan. Pilar-pilar ini dirancang untuk memperkuat kerukunan antarumat beragama di provinsi tersebut. Penerapan pilar ini diharapkan menciptakan fondasi yang kokoh bagi toleransi.
Empat pilar moderasi tersebut meliputi komitmen kebangsaan, toleransi, anti kekerasan, dan akomodasi terhadap budaya atau tradisi lokal. Setiap pilar memiliki peran krusial dalam menciptakan lingkungan yang damai. Ini menunjukkan pendekatan komprehensif dalam menjaga kerukunan.
Dengan berbagai program yang telah dilaksanakan beberapa tahun terakhir, FKUB Sulteng juga memiliki target ambisius. Mereka bertekad untuk meraih Harmony Award pada tahun 2026. Penghargaan ini akan menjadi bukti nyata bahwa Sulawesi Tengah aman dan tentram.
Pencapaian Harmony Award 2026 akan membuktikan bahwa Sulawesi Tengah layak dikunjungi oleh semua orang. Ini juga akan memperkuat citra positif provinsi sebagai daerah yang menjunjung tinggi kerukunan dan toleransi. Upaya ini adalah bagian dari komitmen jangka panjang FKUB.
Sumber: AntaraNews