Fakta Unik: 7 Halte Sempat Terbakar, Transjakarta Koridor 11 dan 24 Rute Mikrotrans Kini Kembali Beroperasi
Kabar baik bagi pengguna transportasi publik! Transjakarta Koridor 11 dan 24 rute Mikrotrans kini kembali beroperasi normal pasca-demonstrasi. Simak rinciannya di sini.
PT Transportasi Jakarta (Transjakarta) mengumumkan kabar baik bagi para pengguna layanan transportasi umum di Ibu Kota. Koridor 11 Pulo Gebang-Kampung Melayu dan 24 rute Mikrotrans kini telah kembali beroperasi normal. Pemulihan ini dilakukan pasca-demonstrasi yang sempat mengganggu operasional pada Jumat (29/8) lalu.
Kepala Departemen Humas dan CSR Transjakarta, Ayu Wardhani, menyampaikan bahwa layanan ini mulai aktif kembali secara berangsur. Langkah ini diambil sembari pihak Transjakarta memastikan kondisi serta keamanan di setiap lokasi rute. Kini, masyarakat Jakarta dapat kembali memanfaatkan layanan Transjakarta untuk mobilitas sehari-hari mereka.
Dengan kembalinya operasional rute-rute penting ini, mobilitas warga Jakarta diharapkan dapat kembali lancar. Transjakarta terus berkomitmen untuk memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat. Pelanggan bisa mendapatkan informasi terkini layanan Transjakarta melalui X, Instagram: infotije, ataupun aplikasi TJ: Transjakarta.
Pemulihan Rute Transjakarta dan Mikrotrans
Ayu Wardhani menjelaskan bahwa pemulihan layanan Transjakarta dilakukan secara bertahap. Selain Koridor 11 Pulo Gebang-Kampung Melayu, sebanyak 24 rute Mikrotrans juga sudah aktif kembali. Rute-rute ini memastikan konektivitas di berbagai wilayah Jakarta.
Rute Mikrotrans yang kembali beroperasi meliputi:
- JAK.04
- JAK.05
- JAK.100
- JAK.112
- JAK.117
- JAK.15
- JAK.20
- JAK.22
- JAK.25
- JAK.26
- JAK.27
- JAK.34
- JAK.35
- JAK.39
- JAK.44
- JAK.51
- JAK.52
- JAK.58
- JAK.64
- JAK.72
- JAK.74
- JAK.79
- JAK.80
- JAK.85
Dengan demikian, saat ini layanan Transjakarta berangsur aktif kembali. Pihaknya pun mengajak masyarakat untuk bersama-sama saling menjaga fasilitas publik sehingga manfaatnya bisa terus dirasakan oleh banyak orang.
Dampak Demonstrasi dan Ajakan Menjaga Fasilitas Publik
Sebelumnya, operasional Transjakarta sempat terganggu akibat demonstrasi yang berlangsung di Jakarta. Demonstrasi tersebut berujung pada insiden pembakaran beberapa fasilitas publik. Transjakarta mencatat total tujuh halte mengalami kerusakan parah akibat ulah oknum tak bertanggung jawab.
Halte-halte Transjakarta yang terbakar selama berlangsungnya demonstrasi pada Jumat (29/8) hingga Sabtu dini hari antara lain:
- Halte Bundaran Senayan
- Halte Pemuda Pramuka
- Halte Polda Metro Jaya
- Halte Senen Toyota Rangga
- Halte Sentral Senen
- Halte Senayan
- Halte Gerbang Pemuda
Pihak Transjakarta mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama menjaga fasilitas publik. Fasilitas seperti halte dan armada transportasi adalah milik bersama yang manfaatnya dirasakan banyak orang. Menjaga fasilitas publik adalah tanggung jawab kolektif demi keberlangsungan layanan transportasi yang vital.
Latar Belakang Demonstrasi di Jakarta
Demonstrasi yang terjadi pada Jumat (29/8) lalu melibatkan sejumlah kelompok mahasiswa. Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Seluruh Indonesia (SI) dan BEM Universitas Indonesia (UI) turut serta dalam aksi tersebut. Unjuk rasa ini dipusatkan di depan markas Polda Metro Jaya, menyuarakan protes atas insiden sebelumnya.
Kericuhan terjadi pada Kamis (28/8) malam di Jalan Pejompongan, Jakarta Pusat. Seorang pengemudi ojek daring, Affan Kurniawan (21), meninggal dunia akibat dilindas kendaraan taktis Brimob. Peristiwa tragis ini menjadi pemicu utama kemarahan dan aksi protes dari berbagai elemen masyarakat yang menggelar aksi unjuk rasa.
Sumber: AntaraNews