Fakta Mengejutkan: 103 Rumah Terdampak Banjir OKU Sumsel, BPBD Imbau Warga Waspada
Banjir OKU Sumsel merendam 103 rumah dan 384 jiwa terdampak akibat curah hujan tinggi. BPBD OKU telah menerjunkan personel dan mengimbau masyarakat tetap waspada.
Hujan deras yang mengguyur wilayah Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU), Sumatera Selatan, pada Selasa (30/9) malam menyebabkan bencana banjir. Peristiwa ini berdampak pada ratusan rumah warga serta fasilitas umum di beberapa titik.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten OKU mencatat, setidaknya 103 unit rumah penduduk terendam banjir. Kejadian ini menyebabkan 384 jiwa harus merasakan dampak langsung dari bencana alam tersebut.
Meskipun tidak ada laporan korban jiwa dalam peristiwa banjir OKU Sumsel ini, ketinggian air mencapai 60 hingga 90 sentimeter. Petugas BPBD telah diterjunkan untuk memantau situasi dan memberikan bantuan yang diperlukan.
Dampak Luas Banjir di OKU: Rumah Warga hingga Fasilitas Umum Terendam
Banjir yang melanda Kabupaten OKU, Sumatera Selatan, menyebar ke beberapa wilayah permukiman penduduk. Kepala BPBD OKU, Januar Efendi, menjelaskan bahwa curah hujan tinggi menjadi pemicu utama bencana ini.
Wilayah yang terdampak banjir mencakup tiga desa dan lima kelurahan. Area tersebut meliputi Kelurahan Sukaraya, Sekar Jaya, Baturaja Lama, Pasar Baru, Tanjung Agung, serta Desa Tanjung Baru, Desa Terusan, dan Desa Laya.
Selain merendam 103 unit rumah warga yang dihuni oleh 384 jiwa, banjir juga menyebabkan kerusakan pada sejumlah fasilitas umum. Taman Kota Baturaja menjadi salah satu lokasi yang terdampak, menunjukkan luasnya cakupan bencana ini.
Tidak hanya itu, satu ruang kelas di STIKES Al Maarif juga terendam air, yang sempat mengganggu aktivitas belajar mengajar. Kondisi ini menyoroti kerentanan infrastruktur terhadap curah hujan ekstrem di wilayah OKU.
Respons Cepat BPBD OKU dan Imbauan Kewaspadaan Dini
Menanggapi bencana banjir OKU Sumsel, BPBD Kabupaten OKU segera mengambil langkah responsif. Puluhan personel diterjunkan langsung ke lokasi-lokasi terdampak untuk membantu warga dan memantau kondisi.
Januar Efendi menyatakan bahwa sejauh ini tidak ada korban yang perlu dievakuasi. "Berdasarkan pantauan petugas di lapangan sejak pagi, banjir di seluruh wilayah terdampak sudah surut," ujarnya, mengindikasikan bahwa kondisi mulai membaik.
Meskipun air telah surut, BPBD OKU tetap menjaga kewaspadaan tinggi. Petugas masih melakukan patroli rutin di wilayah-wilayah yang sebelumnya terendam banjir guna mengantisipasi potensi bencana susulan.
Masyarakat diimbau untuk tetap meningkatkan kewaspadaan menghadapi potensi banjir susulan. "Masyarakat kami minta tetap meningkatkan kewaspadaan menghadapi potensi banjir susulan karena diprediksi curah hujan masih terjadi di Kabupaten OKU selama beberapa hari ke depan," tambah Januar Efendi.
Sumber: AntaraNews