Fakta Baru Terungkap: Dewi Astutik Ternyata Sempat Jadi Penerjemah Kelompok Scam di Kamboja
Hasil penyelidikan awal, Dewi datang ke Kamboja untuk mencari cuan melalui scamming sebelum akhirnya terlibat jaringan narkoba kelas kakap.
BNN masih terus mendalami sepak terjang Dewi Astutik alias Mami yang saat ini menjadi otak penyelundupan dua ton sabu jaringan Golden Triangle.
Dewi Astutik diringkus Badan Narkotika Nasional (BNN) bersama Kepolisian Kamboja, KBRI Phnom Penh, Atase Pertahanan RI di Kamboja, serta Badan Intelijen Strategis (BAIS) TNI di Sihanoukville, Kamboja.
Hasil penyelidikan awal, Dewi datang ke Kamboja untuk mencari cuan melalui scamming sebelum akhirnya terlibat jaringan narkoba kelas kakap.
Kepala BNN, Komjen Suyudi Ario Seto mengungkapkan, hasil pendalaman menunjukkan Dewi terlebih dulu terlibat dalam sindikat penipuan daring di Kamboja. Perempuan itu disebut masuk pada Februari 2023 dan sempat bekerja sebagai penerjemah di kelompok scam love.
"Tapi hanya 1 bulan dan mengundurkan diri karena merasa tidak bisa/tidak cocok bekerja di tempat tersebut," kata Suyudi kepada wartawan, Kamis (4/12).
Dewi Bertemu Orang Nigeria
Usai keluar dari tempat scam, Dewi justru bertemu warga Nigeria berinisial DON. Lelaki itu menjadi sosok penting dalam perkembangan Dewi Astutik. DON disebut sebagai 'caretaker' sekaligus 'Godfather' Dewi selama berada di Kamboja. Lewat perlindungan DON, Dewi merasa bisa mengendalikan jaringan apa pun dengan uang.
"DON inilah yang menjadi caretaker dan godfather PAR als DA (Dewi Astutik) selama di Kamboja. Karena di Kamboja PAR (Dewi Astutik) merasa bisa kendalikan semua jaringan dengan uang," ucap dia.
Dari situlah keduanya membangun pola kerja yang menghubungkan Asia, Afrika, hingga Amerika Latin.
Peran Dewi Astutik
Peran Dewi adalah mengatur kurir dan menyiapkan pengemasan narkoba, sementara DON menjadi pemasok barang sekaligus penyandang dana seluruh operasi.
"Untuk detail pihak-pihak yang membantu selain DON, sekarang dalam penyelidikan dan pendalaman," ucap dia.
Kolaborasi akhirnya terhenti. DON lebih dulu ditangkap dan dibawa ke Amerika Serikat, sementara Dewi masuk daftar red notice Interpol sejak 3 Oktober 2024 dan juga menjadi buronan pemerintah Korea Selatan.
"Infonya DON menjadi DPO US DEA, sudah ditangkap dan dibawa ke US," ucap dia.