Dua Pemuda Kepergok Perkosa Gadis Disabilitas di Belakang RSUD Muratara
Satu pelaku berhasil diamankan, namun pelaku lainnya berhasil melarikan diri.
Seorang gadis disabilitas, E (24), diperkosa dua pemuda di belakang Rumah Sakit Umum Daerah Rupit Musi Rawas Utara (Muratara), Sumatera Selatan. Satu pelaku diamuk massa dan lainnya berhasil melarikan diri.
Peristiwa itu bermula saat korban duduk di ruang tunggu laboratorium RSUD Rupit untuk menggunakan Wifi gratis, Minggu (23/2) sore. Lalu datang dua pelaku, RG (21) dan F (DPO), mengajaknya berhubungan badan.
Korban menolak tetapi membuat kedua pelaku beringas dengan menarik tangannya. Korban masih melawan sehingga salah satu pelaku memukul bahu kanan hingga pingsan.
Kemudian kedua pelaku membopong korban ke belakang laboratorium. Di sanalah korban diperkosa keduanya secara bergiliran.
Saat diperkosa, korban tersadar dan melawan sekuat tenaga karena kesakitan. Pelaku memintanya diam dengan ancaman akan dipukuli.
Petugas Kebersihan Pergoki Pemerkosaan
Tak lama, aksi para pelaku dipergoki petugas kebersihan rumah sakit. Keduanya kabur dan dikejar warga.
Pelaku RG tertangkap hingga menjadi bulan-bulanan massa. Setelah kondisinya babak belur barulah diserahkan ke kantor polisi.
"Kedua pelaku memperkosa korban yang sedang mencari Wifi gratis di belakang laboratorium RSUD, mereka dipergoki petugas kebersihan dan satu tertangkap," ungkap Kasi Humas Polres Muratara Ipda Didian Perkasa, Senin (24/2).
Korban saat ini masih menjalani perawatan di rumah sakit. Dia juga mendapatkan pendampingan karena mengalami trauma berat.
"Korban langsung dibawa ke rumah sakit, kondisinya masih memprihatinkan," kata Didian.
Tersangka RG kini telah mendekam di penjara dengan ancaman hukuman 12 tahun penjara sesuai Pasal 285 KUHP. Sementara F masih diburu petugas kepolisian.