DPRD Jabar Dorong Akselerasi Petasol Solusi Krisis Sampah Bandung Raya, Ubah Plastik Jadi Bahan Bakar

DPRD Jabar mendesak percepatan implementasi Petasol Solusi Krisis Sampah Bandung Raya, inovasi pengolahan plastik jadi bahan bakar. Mampukah teknologi lokal ini jadi harapan baru?

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
DPRD Jabar Dorong Akselerasi Petasol Solusi Krisis Sampah Bandung Raya, Ubah Plastik Jadi Bahan Bakar
DPRD Jabar mendesak percepatan implementasi Petasol, teknologi pengolah sampah plastik menjadi bahan bakar, sebagai jawaban konkret atasi krisis sampah di Bandung Raya yang terus meningkat. (AntaraNews)

Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Jawa Barat mendorong akselerasi inovasi teknologi "Petasol" sebagai solusi strategis. Sistem ini mampu mengolah sampah plastik menjadi bahan bakar sejenis solar. Langkah ini diharapkan dapat mengatasi krisis penanganan sampah di wilayah Bandung Raya.

Wakil Ketua DPRD Jawa Barat, Acep Jamaludin, menyatakan dukungan penuh terhadap terobosan ini. Inovasi Petasol dikembangkan secara swadaya oleh kelompok masyarakat di Bank Sumberdaya Sampah Induk Melong 26, Cimahi. Ia menilai teknologi ini menjawab persoalan kapasitas pengolahan sampah yang rendah di Kota Bandung dan Cimahi.

Acep Jamaludin menekankan pentingnya dukungan negara terhadap inovasi lokal semacam ini. Di tengah tingginya produksi sampah harian, mengubah limbah tak bernilai menjadi energi adalah sebuah keharusan. Peninjauan langsung dilakukan di Kota Cimahi pada Kamis (15/1) untuk melihat potensi Petasol Solusi Krisis Sampah Bandung Raya.

Krisis sampah menjadi problematika serius yang dihadapi Kota Cimahi dan Kota Bandung, khususnya wilayah Bandung Raya. Produksi sampah harian yang sangat tinggi tidak diimbangi dengan kapasitas pengolahan dan pemanfaatan yang memadai, memicu masalah lingkungan kronis.

Di tengah kondisi tersebut, inovasi Petasol hadir sebagai angin segar. Teknologi ini merupakan sistem pengolahan sampah plastik menjadi bahan bakar sejenis solar, yang dikembangkan secara mandiri oleh kelompok masyarakat di Bank Sumberdaya Sampah Induk Melong 26, Cimahi.

Acep Jamaludin memberikan apresiasi khusus terhadap Petasol. Ia menyoroti tidak hanya hasil akhir berupa bahan bakar, tetapi juga kemandirian teknologi bangsa karena kelompok masyarakat di Melong ini memproduksi mesin pengolahannya sendiri. Mesin tersebut bahkan mampu mengonversi sampah menjadi energi listrik, menunjukkan potensi besar dalam mengatasi krisis sampah.

Inovator Petasol, Lionard Sutandi, menjelaskan bahwa teknologi pirolisis yang digunakan dapat mengolah sebagian besar jenis sampah plastik menjadi bahan bakar minyak (BBM) yang terbukti efektif untuk mesin diesel.

Dukungan terhadap inovasi Petasol Solusi Krisis Sampah Bandung Raya ini bukan lagi sekadar pilihan, melainkan kewajiban bagi pemerintah. Mulai dari tingkat daerah hingga pusat, semua pihak diharapkan memberikan dukungan penuh.

Wakil Ketua DPRD Jabar menegaskan, "Bukan hanya itu, kelebihannya adalah memproduksi mesinnya sendiri, kemudian mengolah sampahnya dan menghasilkan elektrik. Ini adalah salah satu terobosan yang wajib hukumnya diakselerasi dan didukung oleh pemerintah provinsi, pemerintah kabupaten/kota, hingga pemerintah pusat."

Sebagai bentuk nyata dukungan legislatif, DPRD Jawa Barat berkomitmen untuk memasukkan pengembangan teknologi pengolahan sampah berbasis karya anak bangsa ini ke dalam agenda perjuangan formal di tingkat provinsi.

Langkah ini diharapkan dapat menjadi rujukan nasional dalam implementasi ekonomi sirkular. Dengan demikian, Petasol tidak hanya menyelesaikan persoalan lingkungan, tetapi juga memberikan dampak ekonomi langsung bagi masyarakat melalui pemanfaatan limbah menjadi energi bernilai.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi