FOTO: Dari Sampah Plastik Mengalir Solar Ramah Lingkungan
Pengolahan sampah plastik sebagai bahan baku pembuatan petasol yakni bahan bakar setara solar di Pekanbaru Riau, Jumat (08/08/2025).
Di sebuah bengkel sederhana di Kelurahan Agrowisata, Kecamatan Rumbai Barat, Pekanbaru, tetes demi tetes cairan berwarna kuning keemasan mengalir dari mesin pirolisis. Cairan itu bukan minyak biasa, melainkan petasol yakni bahan bakar setara solar yang lahir dari tumpukan sampah plastik.
Petasol adalah inovasi energi alternatif yang dikembangkan oleh Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) dan telah digunakan di lebih dari 50 lokasi di Indonesia. Bahan baku Petasol berasal dari plastik kering seperti kantong konvensional dan styrofoam, sementara plastik multilayer atau yang mengandung aluminium foil tidak dapat diolah. Melalui mesin pirolisis yang didatangkan dari Banjarnegara, Jawa Tengah, sampah tersebut diproses menjadi bahan bakar berkualitas tinggi.
Dari setiap 100 kilogram sampah plastik, dihasilkan 80–85 liter Petasol. Uji laboratorium BRIN dan Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi menunjukkan kualitasnya setara solar Pertamina, dengan angka cetane 54,2 persen dan kandungan sulfur 23,6 persen. Bahan bakar ini dapat digunakan untuk mesin diesel, mulai dari kendaraan pribadi hingga traktor pertanian dan dijual dengan harga Rp 10.000/ liter.