Diskominfo Kalsel Tangani Puluhan Ribu Serangan Siber, Perkuat Keamanan Jaringan Pemda
Dinas Komunikasi dan Informatika Provinsi Kalimantan Selatan (Diskominfo Kalsel) telah menangani puluhan ribu serangan siber yang menargetkan jaringan pemerintah daerah, menekankan pentingnya penguatan infrastruktur digital untuk menjaga layanan publik.
Dinas Komunikasi dan Informatika Provinsi Kalimantan Selatan (Diskominfo Kalsel) tengah berupaya keras menangani puluhan ribu serangan siber. Serangan ini secara masif menyasar sistem jaringan pemerintah daerah dalam beberapa bulan terakhir. Kondisi ini menunjukkan kebutuhan mendesak akan penguatan pengamanan infrastruktur digital di wilayah tersebut.
Data terbaru menunjukkan skala ancaman siber yang signifikan di Kalsel. Pada Desember 2025, tercatat 36.925 serangan siber terdeteksi pada sistem jaringan pemerintah daerah. Angka ini sedikit menurun menjadi 11.617 kasus pada Januari 2026.
Meski ada penurunan, ancaman tetap serius dan memerlukan kewaspadaan tinggi. Pada Februari 2026, jumlah serangan masih mencapai 9.663 kasus. Serangan ini berpotensi mengganggu layanan publik jika tidak diantisipasi dengan baik.
Tren dan Potensi Ancaman Serangan Siber di Kalsel
Kepala Bidang Persandian dan Keamanan Informasi Diskominfo Provinsi Kalsel, Sucilianita Akbar, mengungkapkan bahwa jumlah serangan siber yang terdeteksi di Kalimantan Selatan masih tergolong signifikan. Meskipun terlihat ada penurunan pada awal tahun ini, hal tersebut tidak menjamin tidak akan terjadi lonjakan kembali di masa depan. Ancaman siber tetap menjadi perhatian serius yang harus diwaspadai.
Mayoritas serangan siber yang terdeteksi menargetkan alamat IP sistem jaringan milik pemerintah daerah. Hal ini menimbulkan kekhawatiran serius akan potensi gangguan terhadap layanan digital pemerintahan. Jika tidak ditangani dengan baik, serangan ini dapat berdampak luas pada operasional dan kepercayaan publik.
Oleh karena itu, Diskominfo Kalsel terus melakukan pemantauan harian terhadap potensi ancaman. Langkah proaktif ini bertujuan untuk mendeteksi lebih dini setiap anomali atau potensi serangan. Deteksi cepat memungkinkan penanganan yang lebih efektif dan terkoordinasi.
Strategi Diskominfo Kalsel Perkuat Keamanan Digital
Untuk mengantisipasi dan menanggulangi ancaman siber, Diskominfo Kalsel telah menerapkan berbagai strategi. Salah satunya adalah dengan melakukan pemantauan rutin terhadap infrastruktur teknologi informasi milik pemerintah daerah. Pemantauan ini krusial untuk menjaga stabilitas dan keamanan sistem.
Selain pemantauan, upaya penguatan keamanan informasi juga diwujudkan melalui pembentukan Forum Komunikasi Keamanan Informasi (Forkom KAMI). Forum ini diinisiasi oleh Pemerintah Provinsi Kalsel bersama para pemangku kepentingan lainnya. Forkom KAMI berfungsi sebagai wadah koordinasi lintas instansi.
Pembentukan Forkom KAMI bertujuan untuk meningkatkan kolaborasi dalam pengamanan sistem digital pemerintahan serta mempercepat respons terhadap potensi serangan siber di daerah. Langkah ini merupakan tindak lanjut dari rekomendasi Rapat Koordinasi Teknis Perencanaan Pembangunan (Rakortekbang).
Sucilianita Akbar menambahkan bahwa pihaknya ingin mempercepat tindak lanjut rekomendasi tersebut. Salah satu langkah konkret adalah menyusun nota kesepahaman antarinstansi. MoU ini akan mengatur langkah-langkah penanganan serangan siber dan anomali yang terjadi di Kalimantan Selatan secara terpadu.
Sumber: AntaraNews