Dinas Pertanian Sumsel Gandeng Pispi Targetkan Peningkatan Produksi Beras Sumsel Jadi Terbesar Nasional
Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura Sumsel berkolaborasi dengan Pispi untuk mewujudkan Peningkatan Produksi Beras Sumsel, menargetkan tiga juta ton lebih pada 2026.
Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura (Dintan TPH) Sumatera Selatan mengambil langkah strategis untuk menggenjot sektor pertanian. Mereka menggandeng Perhimpunan Sarjana Pertanian Indonesia (Pispi) dalam upaya besar ini. Kolaborasi ini bertujuan untuk menjadikan Sumatera Selatan sebagai penghasil beras terbesar secara nasional pada tahun 2026.
Target ambisius ini didasarkan pada capaian produksi beras sebelumnya yang sudah cukup tinggi di provinsi tersebut. Pada tahun 2025, produksi beras Sumsel telah mencapai 2,1 juta ton dari total lahan sawah seluas 519 ribu hektare. Dengan dukungan para pakar, target peningkatan hingga tiga juta ton lebih diharapkan bisa terealisasi.
Kepala Dintan TPH Sumsel, Bambang Pramono, menyatakan keyakinannya terhadap potensi peningkatan ini. Dukungan dari jajaran Badan Pengurus Wilayah (BPW) Pispi Sumatera Selatan, yang terdiri dari pakar dan praktisi, menjadi kunci utama. Sinergi ini diharapkan mampu memperkuat ketahanan pangan nasional secara signifikan.
Kolaborasi Strategis untuk Ketahanan Pangan
Dintan TPH Sumsel tidak hanya mengandalkan Pispi, tetapi juga melibatkan berbagai pihak lain dalam program Peningkatan Produksi Beras Sumsel ini. Prajurit Kodam II/Sriwijaya dan Korem 044/Garuda Dempo turut serta dalam upaya cetak sawah. Ini menunjukkan komitmen lintas sektor dalam mendukung pertanian.
Selain itu, personel Polda Sumsel juga berperan aktif dalam kegiatan optimalisasi lahan pertanian. Keterlibatan aparat keamanan ini memberikan dimensi baru pada program ketahanan pangan. Mereka membantu memastikan lahan pertanian dapat dimanfaatkan secara maksimal untuk produksi beras.
Melalui sinergi yang kuat antara pemerintah daerah, akademisi, praktisi, dan aparat keamanan, target peningkatan produksi beras sekitar satu juta ton pada tahun 2026 diyakini dapat tercapai. Bambang Pramono berharap program cetak sawah dan optimalisasi lahan ini berjalan sesuai rencana. Semua pihak berharap dapat memperkuat posisi Sumsel sebagai lumbung pangan nasional.
Peran Pispi dalam Transformasi Pertanian Berkelanjutan
Ketua BPW Pispi Sumsel, Ismail, menegaskan kesiapan organisasinya untuk mendukung target Peningkatan Produksi Beras Sumsel. Pispi akan memfokuskan gerak organisasi pada lima prioritas utama. Ini termasuk penguatan inovasi pertanian dan pembangunan sumber daya manusia unggul.
Prioritas lainnya mencakup peningkatan kolaborasi lintas sektor dan percepatan transformasi pertanian berkelanjutan. Pispi juga akan memperkuat peran organisasi profesi dalam mendukung kebijakan publik sektor pertanian. Pendekatan komprehensif ini diharapkan membawa dampak positif bagi pertanian Sumsel.
Ismail menambahkan bahwa Sumatera Selatan memiliki posisi strategis sebagai salah satu penopang ketahanan pangan nasional. Capaian produksi beras sebesar 2,1 juta ton yang melebihi kebutuhan masyarakat Sumsel sebesar 800 ribu ton per tahun menunjukkan potensi besar. Surplus produksi sekitar 1,3 juta ton ini perlu dikelola dengan baik. Pengelolaan yang tepat akan memberikan nilai tambah dan meningkatkan kesejahteraan petani di Sumsel.
Sumber: AntaraNews