Dorong Edukasi Pertanian Merangin, Bupati Syukur Ajak Generasi Muda Kenali Sektor Agraris

Bupati Merangin, Muhammad Syukur, menginisiasi program edukasi pertanian di Merangin dengan mengajak pelajar dan generasi muda untuk kembali mengenal dunia pertanian secara langsung di lahan pertanian daerah, bertujuan memupuk minat generasi muda dan menj

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Dorong Edukasi Pertanian Merangin, Bupati Syukur Ajak Generasi Muda Kenali Sektor Agraris
Bupati Merangin, Muhammad Syukur, menginisiasi program edukasi pertanian di Merangin dengan mengajak pelajar dan generasi muda untuk kembali mengenal dunia pertanian secara langsung di lahan pertanian daerah, bertujuan memupuk minat generasi muda dan menj (AntaraNews)

Bupati Merangin, Muhammad Syukur, secara aktif mendorong pemanfaatan lahan pertanian di wilayahnya sebagai wahana edukasi bagi pelajar dan generasi muda. Inisiatif ini bertujuan untuk mengembalikan minat dan pemahaman generasi penerus terhadap sektor pertanian yang vital. Langkah strategis ini diharapkan mampu menciptakan sumber daya manusia yang terampil di bidang agraris sejak dini.

Dorongan ini disampaikan Syukur saat kegiatan panen jagung di Balai Benih Utama (BBU) Kecamatan Sungai Manau, Merangin, pada Minggu. Ia menyoroti pentingnya kolaborasi antar-instansi terkait untuk menghidupkan kembali kegiatan bercocok tanam yang kini mulai memudar di kalangan anak-anak sekolah. Bupati berharap agar lahan pertanian tidak hanya fokus pada hasil panen, tetapi juga berfungsi sebagai pusat pembelajaran.

Menurut Syukur, keberadaan lahan pertanian memiliki manfaat ganda, tidak hanya sebagai sumber pangan tetapi juga sebagai sarana edukasi. Melalui program ini, siswa dapat memahami proses menanam dan memperoleh pengetahuan praktis lainnya secara langsung di lapangan. Hal ini merupakan bagian dari upaya pemerintah daerah untuk memastikan keberlanjutan ketahanan pangan Merangin di masa depan.

Optimalisasi Lahan Pertanian sebagai Laboratorium Alam

Bupati Merangin Muhammad Syukur menekankan bahwa aset daerah berupa lahan pertanian harus dioptimalkan fungsinya. Lahan seluas 40 hektare yang dikelola pemerintah di BBU Sungai Manau diproyeksikan menjadi laboratorium alam. Konsep ini memungkinkan siswa untuk belajar teori pertanian sambil merasakan pengalaman langsung di lapangan.

Pemanfaatan lahan ini sebagai laboratorium alam diharapkan dapat memberikan pemahaman komprehensif kepada siswa. Mereka tidak hanya belajar dari buku, tetapi juga berinteraksi langsung dengan proses menanam dan merawat tanaman. Pengalaman praktis ini sangat berharga untuk menumbuhkan minat dan keahlian di bidang pertanian.

Syukur secara khusus meminta Dinas Pertanian untuk bekerja sama erat dengan Dinas Pendidikan dalam merealisasikan program ini. Kolaborasi lintas sektor ini krusial untuk menyusun kurikulum dan kegiatan edukasi yang relevan dan menarik. Tujuannya adalah menciptakan percontohan yang rapi dan menarik di setiap kecamatan.

Dengan adanya percontohan yang baik, siswa sekolah diharapkan tidak hanya terpaku pada pembelajaran teori di dalam kelas. Mereka akan memiliki kesempatan untuk mendapatkan pengalaman lapangan yang menyenangkan dan berkesan. Hal ini sejalan dengan visi Bupati untuk mencetak generasi muda yang akrab dengan dunia pertanian.

Menarik Minat Generasi Muda dan Potensi Wisata Edukasi

Selain sebagai pusat edukasi, Bupati Syukur juga melihat potensi besar lahan pertanian sebagai destinasi wisata lokal yang produktif. Dengan penataan yang estetis dan menarik, lahan BBU Sungai Manau diharapkan dapat menarik minat masyarakat umum untuk berkunjung. Konsep agrowisata ini akan menambah nilai ekonomi dan promosi bagi sektor pertanian Merangin.

Pengembangan lahan pertanian menjadi destinasi wisata edukasi dapat memupuk minat generasi milenial dan generasi Z untuk terjun ke sektor pertanian. Mereka dapat melihat secara langsung bagaimana pertanian dikelola dengan baik dan menghasilkan produk berkualitas. Ini adalah cara inovatif untuk mengubah persepsi tentang pertanian yang sering dianggap kurang menarik.

Syukur membayangkan lahan yang dikelola dengan rapi akan menampilkan berbagai jenis buah-buahan dan sayur-mayur yang tertata apik. Pemandangan seperti ini tidak hanya menyenangkan mata, tetapi juga secara tidak langsung mendidik pengunjung tentang pola tanam yang berhasil. Ini akan menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan lokal dan keluarga.

Melalui pendekatan ganda ini, yaitu edukasi dan wisata, diharapkan semakin banyak generasi muda yang tertarik pada pertanian. Investasi pada sumber daya manusia yang terdidik sejak dini di sektor pertanian sangat penting untuk menjamin ketahanan pangan Merangin di masa depan. Ini adalah langkah proaktif untuk menghadapi tantangan ketersediaan pangan.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi