Detik-Detik Evakuasi Jenazah Pertama Korban Pesawat ATR 42-500, Diangkut Helikopter Basarnas dari Jurang 250 Meter
Proses evakuasi korban berjenis kelamin laki-laki ini cukup sulit dan sempat tertahan di Dusun Lampesu, Kecamatan Cenrana, Kabupaten Maros.
Tim SAR gabungan kembali fokus melakukan pencarian delapan korban kecelakaan pesawat Indonesia Air Transport (IAT) ATR 42-500 di Gunung Bulusaraung. Sebelumnya, Basarnas telah menyerahkan dua korban ke tim Disaster Victim Identification (DVI) untuk identifikasi.
Direktur Operasi Basarnas, Laksamana Pertama TNI Yudha Bramantio mengatakan, telah menyerahkan satu korban berjenis kelamin laki-laki ke tim DVI Biddokes Polda Sulsel pada Rabu (21/1) pukul 08.55 Wita. Proses evakuasi korban berjenis kelamin laki-laki ini cukup sulit dan sempat tertahan di Dusun Lampesu, Kecamatan Cenrana, Kabupaten Maros.
"Korban pertama ini sebelumnya sempat tertahan di Dusun Lampesu, Kecamatan Cenrana, Kabupaten Maros. Korban berada di kedalaman jurang sekitar 250 meter," kata Yudha.
Proses Evakuasi
Bramantio membeberkan proses evakuasi korban yang ditemukan pertama tersebut di area Batu Kalik 2 pada pukul 13.32 Wita. Saat itu, tim SAR gabungan berupaya mengangkat korban ke atas, namun proses tersebut mengalami kesulitan akibat kondisi tebing yang sangat terjal dengan kemiringan hampir 90 derajat.
"Upaya penarikan menggunakan tali sempat dilakukan, namun kondisi tersebut justru membahayakan proses evakuasi. Oleh karena itu, kami mencari alternatif lain. Korban kemudian kami turunkan dan digeser melalui jalur darat dengan medan yang sangat berat serta kondisi cuaca yang juga cukup ekstrem," ujar dia.
Sekitar pukul 15.00 Wita, Selasa (20/1), korban pertama tiba di Dusun Lampesu, Kecamatan Cenrana, Kabupaten Maros. Bramantio mengaku meminta agar jenazah korban pertama tersebut untuk tidak dikirim ke RS Bhayangkara Makassar.
"Sementara kami tahan di lokasi tersebut, karena fokus evakuasi masih diarahkan pada korban kedua yang telah lebih dulu berhasil dievakuasi dan diidentifikasi," kata dia.
Pada akhirnya, tim SAR gabungan mengevakuasi korban dari Dusun Lampesu, Kecamatan Cenrana menuju ke Lanud Hasanuddin menggunakan helikopter Dauphin HR-3601 milik Basarnas.
"Kami sangat bersyukur, karena apabila cuaca tidak mendukung, evakuasi harus dilakukan melalui jalur darat yang diperkirakan memakan waktu hingga 6–8 jam. Dengan dukungan helikopter, proses evakuasi hanya memakan waktu kurang dari 30 menit," tuturnya.
Selanjutnya, jenazah dibawa ke Biddokes Polda Sulsel untuk diserahkan ke tim DVI. Selanjutnya, tim DVI melakukan identifikasi.