Dampak Meluas, Hanura Harap Status Bencana Nasional untuk Banjir Utara Sumatera
Selain merespon permintaan daerah, penetapan status itu penting bagi penganganan bencana di tiga provinsi, yakni Aceh.
Ketua Umum Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura), Oesman Sapta Odang (OSO), berharap pemerintah segera menetapkan banjir bandang dan longsor yang melanda wilayah utara Sumatera sebagai bencana nasional, mengingat besarnya dampak dan kebutuhan penanganan cepat di lapangan.
Selain merespon permintaan daerah, penetapan status itu penting bagi penganganan bencana di tiga provinsi, yakni Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat, agar lebih cepat dan terstruktur.
"Hanura menegaskan, Pemerintah segera tetapkan status bencana nasional," kata OSO di sela Konferensi Pers Rakernas dan Bimtek Hanura di Jakarta, Selasa (2/11).
Tiga provinsi
OSO juga memaklumi banyak kepala daerah di tiga provinsi terdampak yang kewalahan menghadapi penanganan pascabencana. Diketahui, sejumlah kepala daerah terdampak mengirim surat kepada Gubernur dan Mendagri, menyatakan kewalahan usai wilayahnya porak poranda.
"Dalam keadaan kebingungan, memang susah mengambil keputusan. Tetapi mari jangan menyerah," imbau OSO.
Hanura pun berharap, seluruh bantuan segera sampai ke daerah terdampak yang belum terjangkau. Untuk itu, Pemerintah diminta segera membuka jalur yang tak bisa dilalui untuk memperlancar distribusi bantuan.
"Jeritan tiga wilayah ini luar biasa. Jalan dan akses terputus. Bantuan belum sampai. Sudah banyak yang kelaparan, butuh pakaian, tenda, dan logistik lainnya," ujarnya.
"Ini harus dibuka segera. Jangan sampai, korban bertambah bukan hanya karena banjir dan longsor, tapi akibat keterlambatan bantuan," pesannya.
Gerakan Ekonomi
Ditambahkan OSO, Partai Hanura bersama seluruh kader, Gerakan Ekonomi dan Budaya Minangkabau (Gebu Minang), dan sejumlah pihak menggalang donasi untuk korban. Data terakhir, dana yang terkumpul sudah mencapai Rp 1,8 miliar.
"Ini bukan soal angka, Hanura ingin ikut meringankan korban. Hanura sudah menunjuk koordinator untuk melaksanakan tugas tanggap bencana dan pergi ke Sumatra. Hari ini, perwakilan DPP Partai Hanura, berangkat ke lokasi bencana," tuturnya.
OSO juga mengistruksikan kader Hanura di seluruh daerah hingga tingkat ranting (kelurahan/desa), mendoakan para korban bencana, dan menggalang bantuan.
"Kami atas nama seluruh kader Partai Hanura, berbelasungkawa atas bencana yang sampai detik ini telah menelan 600-an korban jiwa dari tiga provinsi. Semoga almarhum di tempatkan di sisi Tuhan. Semoga semua dapat kesabaran lahir batin," doa OSO.
Gelar Rakernas Dan Bimtek Di Bandung
Terkait Rapat Kerja Nasional (Rakernas) dan Bimbingan Teknis (Bimtek) Hanura, OSO mengatakan, pihaknya akan menggelar kegiatan tetsebut di Bandung, Jawa Barat, pada 4-6 Desember 2025.
"Rakernas ini agenda rutin. Hanura juga akan bekerja dengan Kemendagri untuk Bimtek," kata dia.
Rakernas
Menurut OSO, Rakernas dan Bimtek Hanura akan menjadi ajang konsolidasi ideologis dan organisatoris partai dalam menghadapi agenda politik nasional ke depan. Melalui agenda tersebut, Hanura juga ingin melakukan penajaman strategi pemenangan legislatif dan eksekutif di seluruh daerah, serta memperkuat visi perjuangan politik kader.
Bimtek, sambung OSO, juga digelar sebagai upaya dan standarisasi dan peningkatan kualitas kader legislatif, serta memastikan seluruh kader legislatif satu garis perjuangan partai dengan cita-cita rakyat.
"Rakernas dan Bimtek akan menelurkan keputusan strategis, meningkatkan kualitas kader legislatif, yang mampu mengadvokasi rakyat secara nyata, dan tercipta soliditas nasional yang kokoh dari pusat sampai ranting," ungkapnya.
Partai Hanura, tegas OSO, akan terus berdiri tegak untuk rakyat, bergerak untuk kemajuan daerah, dan bekerja untuk masa depan Indonesia.
"Tagline kita tetap berpihak kepada daerah. Daerah makmur, Indonesia makmur," tandasnya.
Fokus untuk peningkatakan kualita
Sementara itu, Wakil Ketua Umum (Waketum) Partai Hanura Akhmad Muqowam menambahkan, materi Rakernas dan Bimtek salah satunya fokus untuk peningkatakan kualitas anggota DPRD Hanura di daerah.
"Upgrade kader ini penting, agar khususnya anggota legislatif, semakin optimal menjalankan fungsinya. Ke depan, tak hanya Bimtek, akan ada FGD, sarasehan, hingga kunjungan lapangan," ujarnya.