Cegah Kemacetan Selama Ramadan, DPR Minta Pemerintah Sediakan Tempat Bazar UMKM
Pemerintah diharapkan dapat membuka pasar-pasar bagi UMKM dan ekraf
Ketua Komisi VII DPR RI Saleh Daulay menilai, bulan Ramadan menjadi bulan bagi para UMKM dan Ekonomi Kreatif (Ekraf). Sebab, pebisnis UMKM dan ekraf meningkatkan produktivitas selama bulan suci ini. Selain peningkatan kualitas dan kuantitas, mereka juga biasanya mengupayakan lahirnya produk-produk baru yang lebih bagus dan kreatif.
"Para pebisnis UMKM dan ekraf selalu mengandalkan bulan Ramadan. Di bulan ini, mereka selalu berharap dapat keuntungan lebih dibandingkan dengan bulan lainnya. Itu sejalan dengan meningkatnya minat dan keinginan belanja masyarakat," kata Saleh, dalam keterangan resmi, Sabtu (1/3).
Oleh karena itu, sudah sewajarnya pemerintah membantu pebisnis UMKM dan ekraf dalam menjual produknya. Pemerintah diharapkan dapat membuka pasar-pasar bagi UMKM dan ekraf, seperti mendirikan bazar-bazar di tempat strategis di masing-masing kota.
"Kalau ada bazar itu kan bagus. Di sana dijual berbagai kebutuhan. Tentu lebih khusus produk keperluan Ramadan. Katakanlah, misalnya seperti, makanan, minuman, pakaian, kain, alat salat, kurma, mainan, oleh-oleh Ramadan, dan produk-produk lainnya," jelasnya.
Saleh menyebut, dengan adanya bazar membuat masyarakat akan senang. Mereka dengan mudah datang ke tempat tersebut untuk belanja sekaligus 'ngabuburit'.
Selain itu, kompetisi dagang yang sehat akan berkembang. Uang akan beredar di masyarakat. Tentu perekonomian di daerah-daerah bisa membaik.
"Bayangkan kalau seluruh kabupaten/kota memiliki tempat bazar dan pasar murah seperti itu. Dipastikan akan diminati dan disenangi. Yang penting, pemerintah harus rela memfasilitasi. Para satpol PP dan aparat keamanan tentu diminta berpartisipasi untuk menjaga keamanan di tempat-tempat tersebut," ucapnya.
Tak hanya itu, menurutnya dengan adanya tempat yang baik diberikan akan mengurangi kemacetan selama bulan Ramadan.
"Kalau tidak difasilitasi, tetap saja mereka berjualan. Tetapi kadang kurang rapi dan kurang tertib. Sering sekali di pinggir jalan dan pertokoan. Menimbulkan kemacetan yang sangat mengganggu," pungkas Saleh.