Menteri Pariwisata (Menpar) Widiyanti Putri Wardhana terlihat bingung saat dicecar soal anggaran oleh Komisi VII DPR RI. Hal ini terjadi dalam rapat kerja antara Kementerian Pariwisata dengan Komisi VII DPR RI di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Rabu (1/4).
Awalnya, Widiyanti menjelaskan soal anggaran Rp5,7 miliar dari Deputi Pemasaran yang telah di-carved out atau dikeluarkan dari jumlah Rp215 miliar.
"Tadi Bapak menyampaikan bahwa totalnya Rp215 miliar sementara di halaman 4 itu anggarannya pemasaran Rp210 miliar jadi ada beda Rp5 miliar, Rp5,7 miliar ini kami ingin menjelaskan bahwa Rp5,7 miliar dari anggaran kedeputian pemasaran di-carved out atau dikeluarkan untuk memberikan tugas pembantuan kepada daerah ya provinsi Rp5,7 miliar dan juga untuk kedeputian lain jadi provinsi," kata Widiyanti dalam rapat.
Apa yang disampaikan oleh Widiyanti itu ternyata disebut oleh Ketua Komisi VII DPR RI Saleh Daulay tidak dijabarkan dalam penjelasannya.
"Di sini di sebelah kanan Bapak ada tugas pembantuan halaman 13 apabila kita lihat halaman 13, di halaman 13, di halaman 13. Karena tulisannya mungkin kecil yang paling kanan ada tugas pembantuan, tapi kita tidak merincikan itu 5,7," ujarnya.
"Kemudian kalau kita pindah ke halaman 4 pak totalan dari semua kedeputian yang diambil untuk tugas pembantuan ada di line bawah biru yang hijau tugas pembantuan ada Rp17,86 miliar rupiah. Iya, di-carved out dari masing-masing kedeputian yang akan ditransfer ke provinsi," sambungnya.
"Iya, saya paham. Justru karena saya paham ini. Kalau sudah ada di anggaran paling bawah, pembagiannya di bawah, kenapa masih dicampur lagi dengan pemasaran di atas?" celetuk Saleh Daulay.
"Oh, kalau di sini tidak, tapi di halaman belakang ya. Ini dikembalikan lagi. Halaman 12," jawab Widiyanti.
"Halaman 12 ini apa, Bu? Pemaparan soal apa? Program pemasaran?" ujar Saleh.
"Iya. Tapi kan Bapak tadi mempermasalahkan totalnya. Bapak tadi menambahkan 17,9, 40,9, 9,3, 102 dengan 48 total menjadi Rp215 miliar," ujar Widiyanti.
Kemudian, politikus Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN) ini pun menanyakan soal berapa uang yang ditransfer ke daerah. Apakah Rp5,7 miliar atau bukan.
"Bukan, yang tadi transfer ke daerah itu berapa tadi? 5,7 ya?," tanya Saleh Daulay.
"5,7 untuk Deputi Pemasaran," jawab Widiyanti.
Di sinilah kemudian Widiyanti terlihat kebingungan saat ditanya oleh Saleh Daulay soal anggaran tersebut.
"Betul ya, 5,7. Itu programnya pemasaran atau programnya kementerian?" tanya Saleh Daulay lagi.
"Pemasaran. (Tuh kan) Programnya provinsi, tapi untuk penggunaan seperti pemasaran begitu, Pak," jawab Widiyanti.
Advertisement
Mendengar jawaban tersebut, Saleh pun meminta anak buah Widiyanti untuk menjelaskan perihal itu atau kepada Sekretaris Kementerian Pariwisata Bayu Aji.
"Saya minta Biro Perencanaannya ada enggak? Coba angkat tangan. Ah, Bapak dari tadi diam saja, coba ngomong dulu. Biasanya yang menyusun-nyusun begini kan Biro Perencanaan," ujar Saleh Daulay.
Advertisement
"Jadi tugas perbantuan ini sebenarnya adalah kewenangan yang ada di Kementerian Pariwisata, namun kita delegasikan untuk dikerjakan oleh pemerintah provinsi dalam hal ini Dinas Pariwisata," jelas Bayu.
"Nah, anggaran yang diberikan tidak saja di Deputi Pemasaran, ada beberapa kedeputian, Pak, termasuk ada di tempatnya event dan ada di tempatnya Bu dia paham, Pak, di Kelembagaan. Secara detail datanya ada di Biro Perencanaan kalau per provinsi, Pak," pungkasnya.