Bukan Eskalator, Menbud Fadli Zon Ungkap Candi Borobudur Dipasang Chair Lift
Pembangunan chairlift menyambut persiapan kunjungan Presiden Prancis Emmanuel Macron dan Presiden Prabowo Subianto, ke candi Buddha terbesar di Indonesia itu.
Menteri Kebudayaan (Menbud) Fadli Zon menegaskan tidak ada pembuatan lift dan eskalator di Candi Borobudur. Fadli menyebut kabar mengenai pembuatan lift maupun eskalator di Candi Borobudur adalah hoaks.
Isu itu mencuat seiring persiapan kunjungan Presiden Prancis Emmanuel Macron dan Presiden Prabowo Subianto, ke candi Buddha terbesar di Indonesia itu.
"Tidak ada yang namanya pembuatan lift di Candi Borobudur. Kemudian ada lagi video yang mengatakan ada pemasangan eskalator walaupun dikatakan ekskavator. Dia enggak bisa membedakan antara eskalator dengan ekskavator. Jadi tidak ada pemasangan eskalator di Candi Borobudur," kata Fadli Zon di gedung DPR, Senayan, Jakarta, Senin (26/5).
Pembangunan Chairlift
Politisi Gerindra ini meluruskan istilah eskalator di Candi Borobudur. Menurutnya, yang tengah dibangun adalah chairlift.
"Jadi tidak ada pemasangan eskalator di Candi Borobudur. Yang kita sedang upayakan itu ada pemasangan chair. Chairlift itu di pegangan. Ini untuk inklusivitas," kata dia.
Menurutnya, situs sejarah dunia menyediakan hal serupa dan pembangunan chairlift tidak merusak situs sejarah tersebut.
"Namanya itu yang namanya tuh chairlift. Chairlift itu tidak masif dan tidak merusak. Tidak ada penetrasi sama sekali," pungkasnya.
Pembangunan Eskalator di Candi Borobudur Viral di Media Sosial
Sebelumnya, dalam sebuah video yang beredar di media sosial, dinarasikan terdapat pembangunan eskalator dengan pelat besi untuk menaiki candi Borobudur yang dikhawatirkan merusak bangunan itu.
Kepala Kantor Komunikasi Kepresidenan (PCO) Hasan Nasbi mengatakan pemasangan eskalator non-permanen di Candi Borobudur ditempuh pemerintah berdasarkan permintaan dari Pemerintah Prancis dalam rangka kunjungan resmi Presiden Emmanuel Macron.
Dalam pernyataannya di kantor PCO Gambir Jakarta Pusat Senin (26/5), Hasan mengatakan bahwa fasilitas yang disiapkan pemerintah merupakan sarana bantu sementara guna mendukung kelancaran kunjungan kenegaraan Presiden Prancis Emmanuel Macron ke situs warisan dunia tersebut.
Sebagai bagian dari agenda kunjungan kenegaraan, kata Hasan, pemerintah ingin memastikan tamu negara dapat mengakses dan menikmati keindahan serta kemegahan Candi Borobudur secara optimal, meskipun dengan waktu yang terbatas.
“Candi Borobudur itu kira-kira setinggi gedung 12 lantai. Jadi, Presiden Perancis tentu dalam kunjungan kenegaraan waktunya terbatas,” ujar Hasan.
Karena itu, pemerintah menyiapkan dua fasilitas pendukung, yakni ramp atau jalur landai hingga level keempat, serta stair lift, semacam kursi bantu naik yang dipasang di sisi tangga, untuk menjangkau level atas hingga lantai ketujuh atau kedelapan. Ia juga menyatakan bahwa seluruh pemasangan dilakukan dengan prinsip konservasi yang ketat.
“Itu semua dibangun dengan pengawasan dari Kementerian Kebudayaan dan tidak ada paku, tidak ada bor. Jadi hanya ditaruh. Didudukkan, ditaruh saja. Jadi nanti ketika misalnya itu selesai, itu bisa dibongkar dengan mudah,” jelas Hasan.