Menteri Kebudayaan (Menbud) Fadli Zon menjelaskan alasan pemasangan stairlift di Candi Borobudur menjadi bentuk inklusivitas bagi kelompok lansia hingga disabilitas. Menurut Fadli Zon, pemasangan stairlift itu membuat kelompok lansia hingga disabilitas dapat menikmati warisan budaya Indonesia meski memiliki keterbatasan.
"Jadi begini, stairlift itu tidak masif. Kalau kita datang ke situs-situs heritage dunia itu sudah ada, dipasang di mana-mana, kita ini terlambat. Jadi kita memang perlu piknik gitu ya, untuk melihat warisan budaya misalnya di Angkor Wat, di Antropolis, ya di mana-mana itu sudah dipasang," kata Fadli Zon di Masjid Istiqlal Jakarta, Jumat (6/6).
Advertisement
Fadli Zon Nilai Candi Borobudur Harus Dinikmati Semua Kalangan
Menurut dia, pelbagai warisan sejarah dan cagar budaya di Indonesia mestinya dapat dinikmati semua kalangan. Namun Fadli Zon memastikan langkah inklusivitas tersebut tetap memperhatikan terjaganya situs tersebut.
"Itu namanya bagian dari inklusivitas, terutama bagi mereka yang senior, bagi mereka yang sudah tua gitu ya, dan bagi mereka yang tidak mampu, ya difabel atau disabilitas, jadi itu adalah inklusivitas," kata Fadli Zon.
Advertisement
Diatur Undang-Undang
Fadli Zon menegaskan, Undang-undang di negeri ini juga menghendaki tercapainya pemerataan akses untuk seluruh kalangan, apapun sektornya. Sehingga dia meminta pemasangan stairlift itu tidak perlu menjadi kontroversi.
"Jadi tidak perlu ada satu polemik yang menurut saya tidak ada apa-apanya, karena ini sudah dilakukan di seluruh dunia. Saya bisa berdebat dengan mereka yang kontra itu, tidak ada masalah," tandas Fadli Zon.