Buka Retret Gelombang II, Mendagri Singgung Kasus Plesiran Lucky Hakim: Tugas Kepala Daerah 24 Jam
Beberapa saat setelah menjabat, Bupati Indramayu, Lucky Hakim, bersama keluarganya melakukan plesiran ke luar negeri tanpa izin Mendagri.
Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian secara resmi membuka orientasi kepemimpinan untuk kepala daerah dan wakil kepala daerah angkatan II di Kampus Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) Jatinangor, Sumedang, pada Senin (23/6).
Dalam sambutannya di hadapan 84 peserta, Tito memaparkan materi mengenai tugas, hak, dan kewajiban kepala daerah.
“Ada hak dan kewajiban yang harus dijalankan setiap kepala daerah. Ini saya sampaikan agar kejadian seperti di Kabupaten Indramayu saat retret sebelumnya tidak terulang,” ucapnya.
Ia merujuk pada kasus Bupati Indramayu, Lucky Hakim, yang melakukan plesiran ke luar negeri tanpa izin Mendagri. Dampaknya, disanksi pemberhentian sementara dan menjalani magang selama tiga bulan di Kemendagri sebagai hukuman.
"Setelah saya tanya langsung, beliau bilang bahwa dirinya tidak tahu harus izin Mendagri, dan berpikir karena cuti bersama maka tidak perlu izin,” ujar Tito menirukan perkataan Lucky.
Tak Ada Alasan Kepala Daerah Tidak Tahu Aturan
Tito menegaskan, izin ke luar negeri tetap harus diperoleh dari Menteri Dalam Negeri dan mengingatkan bahwa kepala daerah adalah pelayan masyarakat yang tugasnya berlangsung tanpa mengenal hari libur. Ia berharap kejadian seperti ini tidak terulang dan semua kepala daerah memahami kewajibannya.
“Tugas kepala daerah berlangsung 24 jam sehari, tujuh hari seminggu, dan 365 hari dalam setahun. Itu bagian dari risikonya,” tegasnya.
Dalam kesempatan yang sama, Wakil Menteri Dalam Negeri Bima Arya Sugiarto menjelaskan bahwa pembekalan lebih mendetail soal tugas, pokok, dan fungsi kepala daerah akan disampaikan langsung oleh pejabat eselon I Kemendagri.
“Nanti Dirjen eselon I Kemendagri akan mengingatkan kembali soal tugas dan kewajiban, sehingga semua paham dan tidak ada lagi yang lupa meminta izin sebelum bepergian ke luar negeri,” kata mantan Wali Kota Bogor tersebut.