Brimob Polda Aceh Terobos Medan Sulit, Salurkan Logistik Banjir di Pidie Jaya
Personel Brimob Polda Aceh berhasil menembus wilayah terisolir banjir di Pidie Jaya untuk salurkan logistik dan evakuasi warga, menunjukkan komitmen kemanusiaan Polri.
Personel Satuan Brimob Polda Aceh menunjukkan dedikasi luar biasa dalam misi kemanusiaan di tengah bencana banjir yang melanda Kabupaten Pidie Jaya. Mereka berhasil menyalurkan bantuan logistik kepada warga yang terisolir di dua desa, yakni Meunasah Mancang dan Dayah Husen, Kecamatan Meureudu.
Meskipun seluruh jalur transportasi terputus, tim Brimob tak menyerah dan menempuh perjalanan ekstrem. Mereka harus berjalan kaki selama dua jam menyusuri pinggiran sungai yang berarus deras, melintasi medan berlumpur, dan menghadapi risiko tinggi.
Aksi heroik ini tidak hanya berfokus pada distribusi bantuan, tetapi juga mencakup evakuasi medis darurat. Komitmen Polri, khususnya Brimob Polda Aceh, untuk memprioritaskan keselamatan masyarakat kembali ditegaskan melalui upaya tanpa lelah ini.
Perjuangan Menembus Wilayah Terisolir Banjir
Banjir yang melanda wilayah Pidie Jaya telah menyebabkan Desa Meunasah Mancang dan Desa Dayah Husen di Kecamatan Meureudu terisolasi total. Kondisi ini membuat warga kesulitan mendapatkan akses bantuan dan tidak dapat keluar dari wilayah mereka.
Kepala Bidang Humas Polda Aceh Kombes Pol Joko Krisdiyanto menjelaskan bahwa personel Brimob harus menempuh perjalanan yang sangat menantang. "Perjalanan menuju lokasi hanya dapat ditempuh dengan berjalan kaki selama dua jam menyusuri pinggiran sungai, karena seluruh jalur transportasi terputus akibat banjir," katanya.
Tim Brimob menghadapi berbagai rintangan berat, termasuk melintasi derasnya arus sungai, medan berlumpur yang licin, dan jalur yang berisiko tinggi. Namun, dengan panduan dari dua warga desa yang turun ke posko, mereka berhasil menemukan jalan menuju lokasi.
Demi memastikan bantuan logistik sampai kepada warga yang membutuhkan, ransel personel Brimob yang semula berisi perlengkapan untuk tujuh hari dikosongkan dan diisi ulang dengan bahan makanan. Ini menunjukkan prioritas utama tim adalah membantu masyarakat terdampak banjir.
Misi Kemanusiaan dan Evakuasi Medis Darurat
Misi kemanusiaan ini dipimpin oleh Danki Brimob Polda Ipda Hayul, yang sejak awal bencana telah mengerahkan kekuatan penuh. Tujuannya adalah memastikan pendistribusian logistik berjalan lancar dan menyelamatkan warga yang terdampak banjir di Pidie Jaya.
Setelah berhasil menyalurkan bantuan, tim personel Brimob menerima informasi penting mengenai seorang lanjut usia (lansia) yang sakit dan membutuhkan penanganan medis segera. Tanpa ragu, tim segera merespons panggilan darurat tersebut.
"Tim Brimob kembali menerobos jalur banjir untuk mengevakuasi warga lanjut usia yang membutuhkan penanganan di fasilitas kesehatan," ujar Joko Krisdiyanto. Meskipun arus banjir masih kuat dan risiko tinggi mengintai, personel Brimob berhasil membawa korban ke titik aman.
Selanjutnya, lansia tersebut dievakuasi ke fasilitas kesehatan terdekat untuk mendapatkan penanganan medis yang diperlukan. "Aksi kemanusiaan ini kembali menegaskan komitmen Polri, khususnya Brimob Polda Aceh, bahwa keselamatan masyarakat adalah prioritas utama karena menyangkut nyawa dan keselamatan warga," tambah Joko Krisdiyanto.
Sumber: AntaraNews