BPK RI Resmi Terpilih Jadi Anggota Lembaga Audit Eksternal PBB, Bukti Profesionalisme Global
Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI kini resmi menjadi anggota lembaga audit eksternal PBB, menandai pengakuan internasional atas profesionalisme dan kredibilitas Indonesia dalam tata kelola keuangan global.
Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Republik Indonesia telah menorehkan prestasi gemilang di kancah internasional. Lembaga ini baru saja terpilih sebagai anggota United Nations Board of Auditors (UN BoA) atau lembaga audit eksternal Perserikatan Bangsa-Bangsa. Pemilihan ini berlangsung dalam Sidang Utama Komite V Majelis Umum ke-80 PBB di New York, Amerika Serikat.
Keterpilihan BPK RI ini menjadi bukti nyata pengakuan dunia terhadap profesionalisme dan kredibilitas Indonesia. Hal ini juga menegaskan peran aktif BPK dalam mendorong praktik tata kelola yang baik di tingkat global. Indonesia kini menunjukkan diri sebagai mitra yang kompeten dan tepercaya.
Keanggotaan BPK RI di UN BoA akan berlangsung selama enam tahun, mulai periode 2026 hingga 2032. Dalam kapasitas barunya, BPK akan bekerja sama dengan SAI Prancis dan SAI Brasil untuk mengaudit berbagai badan PBB.
Pengakuan Global atas Profesionalisme BPK RI
Wakil Ketua BPK Budi Prijono, yang memimpin delegasi Indonesia, menyatakan kebanggaannya atas pencapaian ini. Menurutnya, keberhasilan tersebut merupakan cerminan dari kontribusi nyata Indonesia dalam tata kelola global. "Keberhasilan ini menjadi bukti bahwa BPK berperan aktif dalam mendorong praktik tata kelola yang baik di tingkat global," kata Budi Prijono. Ia menambahkan bahwa Indonesia kini diakui sebagai mitra yang kompeten dan berkontribusi nyata.
Wakil Menteri Luar Negeri Arrmanatha Nasir turut menyampaikan pandangannya mengenai terpilihnya BPK. Keanggotaan ini sejalan dengan komitmen Indonesia dan banyak negara lain untuk mendorong reformasi tata kelola di PBB. Arrmanatha menekankan bahwa momen ini sangat tepat di tengah upaya reformasi yang sedang berjalan.
"Sebagai anggota UN BoA, BPK diharapkan dapat berkontribusi dalam memperkuat tata kelola global, khususnya dalam aspek keuangan dan manajemen di PBB," ujar Arrmanatha. Pernyataan ini menggarisbawahi harapan besar terhadap peran BPK dalam meningkatkan akuntabilitas di lembaga internasional. Pengakuan ini juga menunjukkan kepercayaan komunitas internasional terhadap kapasitas BPK RI.
Peran Strategis BPK dalam Tata Kelola Global
BPK RI akan mengemban tugas penting sebagai salah satu dari tiga anggota UN BoA. Mereka akan bekerja sama dengan lembaga pemeriksa keuangan tertinggi (SAI) Prancis, Cour des Comptes, dan SAI Brasil, Tribunal de Contas da União. Kolaborasi ini bertujuan untuk melakukan audit terhadap berbagai badan dan program PBB.
Tugas audit ini akan berfokus pada penguatan akuntabilitas, transparansi, dan tata kelola yang baik di lingkungan PBB. BPK berkomitmen untuk melaksanakan pemeriksaan secara independen, profesional, efisien, dan inovatif. Komitmen ini selaras dengan standar tertinggi dalam praktik audit internasional.
Keanggotaan BPK menggantikan China National Audit Office, yang sebelumnya mewakili kawasan Asia-Pasifik. Ini menunjukkan rotasi dan kepercayaan yang diberikan kepada Indonesia untuk mewakili wilayah tersebut. Peran strategis BPK sebagai anggota UN BoA akan memberikan dampak signifikan pada efisiensi operasional dan integritas keuangan PBB.
Diplomasi Intensif dan Prestasi Internasional Lainnya
Pencalonan Indonesia sebagai anggota UN BoA telah diumumkan sejak tahun 2021, menandai proses panjang dan strategis. Dukungan dari berbagai negara anggota PBB berhasil dihimpun melalui upaya diplomasi yang intensif. BPK dan Kementerian Luar Negeri bekerja sama erat, baik secara bilateral maupun melalui forum internasional, untuk menggalang dukungan.
Hasil dari upaya diplomasi ini adalah terpilihnya Indonesia secara aklamasi, menunjukkan konsensus kuat di antara negara-negara anggota. Ini merupakan bukti keberhasilan strategi luar negeri Indonesia dalam memperkuat posisinya di panggung global. Keberhasilan ini tidak hanya terbatas pada UN BoA.
Pada tahun yang sama, BPK juga terpilih sebagai Ketua International Organization of Supreme Audit Institutions (INTOSAI) untuk periode 2028-2031. Prestasi ini juga menjadikan Indonesia sebagai tuan rumah Kongres Internasional Lembaga Pemeriksa Keuangan (INCOSAI) XXVI pada tahun 2028. Kedua pencapaian ini menegaskan posisi Indonesia sebagai pemimpin dalam tata kelola keuangan publik global.
Sumber: AntaraNews